Friday, 31 July 2015

Hong Kong Trip

Haiii, kami baru pulang dari Hong Kong.

Lagi-lagi ini karena tiket pulang pergi murah meriah dari Garuda Trafel Fair (tahun depan harus ke sana lagi sekitar bulan maret atau april, hari pertama datangnya biar lebih banyak promo). Kami dapat tiket PP USD 361 per orang (untuk Sya yang masih dibawah 2 tahun kena charge 10% dari harga tiket orang dewasa) dengan direct flight langsung ke Hong Kong. Ada beberapa penerbangan yang lebih murah seperti Jet Star, atau Tiger Air ways, atau Air Asia, tapi sebagian besar transit dulu. Sedangkan kami bawa Sya yang kayaknya bakal ga betah kalo harus transit kelamaan.

Cerita sedikit yaa tentang Hong Kong. Ini sebenarnya provinsi dari China tapi diberi kekuasaan sendiri untuk mengatur daerahnya , begitupun dengan Macau. Hong Kong terdiri dari 200 pulau. Ada 4 Pulau besar dan jadi tempat aktivitas utama: Hong Kong, Kowloon, New Territories dan Lantau Island.

Airport terletak di Lantau Island, juga Disney Land. Sedangkan daerah belanja, seperti Temple Market, Ladies Market, Mal-mal besar, dan Avenue of Stars ada di Kowloon. Untuk Hong Kong island lebih ke distrik bisnis dimana gedung-gedung pencakar langit bersemayam di sana. Ada juga The Peak, tempat lihat Hong Kong dari ketinggian.


Transportasi antar pulau ga selamanya pakai ferry loh,bisa juga pakai taksi dan bis lewat under sea tunnel atau MTR yang di bawah laut, keren yaa..
Masih ada ratusan pulau kecil di sekitar 4 pulau besar itu, dan pulau-pulau kecilnya tetap berpenghuni dengan apartemen loh. Bedanya ga ada transportasi umum, cuma pakai ferry dan kendaraan yang diijinkan. Selebihnya masyarakat harus jalan kaki.

Kebiasaan jalan kaki ini sudah mulai ditanamkan sejak kecil, stroller bayi ga begitu laku di sana. Sedangkan Sya pakai stroller kemana-mana jadi perhatian orang-orang deh, ketahuan banget turisnya, hehehe.. Meski porsi makannya besar, tetap saja cewe-cewe Hong Kong langsing, ya mungkin karena rajin jalan yaa..

25 Juli 2015
Kami berangkat dengan penerbangan pagi, jarak tempuh 3000 km lebih dengan durasi 4 jam 20 menit. Kami dapat Air bus jadi gedeee pesawatnya. Sya pun tidur pas di perjalanan, bangun-bangun sudah mau sampai. Penerbangan kali ini Sya dapat mainan, yeay!

Sampai di Hong Kong kami disambut SPG yang  memberikan amplop Discovery Hong Kong. Isi di dalamnya beragam voucher dan gift! Yeaayy,, ternyata saat kami datang ke Hong Kong sedang ada program Summer Holiday Fun by Discover Hong Kong. Jadi banyak promonya deh.

Dari bandara kami sudah beli Octopus Card, kegunaannya untuk dipakai saat naik MTR, bis bahkan belanja di beberapa toko dan restoran seperti seven eleven dan McD. Harganya 150 HKD, setiap pengisian minimal 50 HKD. Selesai pemakaian kartu bisa kita refund dan kena 9 HKD aja. Menurut saya sih Octopus Card nih berguna banget, apalagi kalo di Hong Kongnya lebih dari 3 hari dan kemana-mana pakai transportasi umum.

Kami pun pakai bis nomor A21yang langsung turun di Nathan Hotel. Tempat kami nginap di Novotel Nathan Road salah satu area di Hong Kong yang rameee banget. Dari bandara ke hotel jaraknya kurang lebih 33 km, kalau pakai taksi bisa kena 200 HKD (karena kami pulang pakai taksi) belum termasuk kena macet yang pastinya nambah argo lagi. Tapi pakai bis cuma kena 33 HKD, Sya pun belum dihitung. Lebih murah kan.

Kami nginap di Novotel Nathan Road, no expectation karena saya baca hotel di Hong Kong emang akan sempit luas ruangannya, dan terbukti. Ga ada fasilitas kolam renang, tapi secara lokasi memang dekat kemana-mana.  Adapun daerah lain yang padat hotel seperti Mong Kok dan Tsim Sha Shui.

Sampai Hotel kami jalan sekitar hotel dan menuju Temple Market, tapi sepi ternyataaa.. Ga serame yang dibayangkan, kami muter beberapa blok demi cari makan, ujung-ujungnya sih Fillet O Fish McD. Hehehe.. Tapi kami nemu tempat sushi express yang enak dan murah di dekat stasiun MTR Yau Ma Tei. Bahagiaa.. :)

Minggu, 26 Juli 2015
Hari ini kami ke Macau, cuma kesiangan. Kami pakai Ferry dari pelabuhan Kowloon. Dari hotel kami naik MTR Jordan Stastion berhenti di Tsim Shaa Shui, ada mesjid yang terkenal. Di lantai dua mesjid itu jual Dim Sum Halal, tapi kami buru-buru mau ke Macau. Eh begitu sampai terminal Ferry (yang keren banget kayak mall dan nemang mall sih) kami baru dapat tiket jam 2 siang. Jadi kami makan siang di mall itu deh, dan berujung di Fillet O Fish McD lagi. Hehehe..

Tiket ke Macau 177 HKD dan 162 HKD untuk anak di atas satu tahun. Kami dapat voucher potongan 50 HKD dari amplop bandara (jadi jangan lupa mampir ke booth Discovery Hong Kong yaa..) lumayaann kan dapat diskon.

Ferry ke Macau kurang lebih 1 jam, dalam ferrynya baguuss, ber-AC, dan bersih. Cuaca agak buruk selama perjalanan, beberapa penumpang muntah, tapi Sya anteng karena di kasih susu. Alhamdulillah kami sampai Macau dengan selamat sentosa. Ohya karena Macau mempunyai otoritas sendiri maka ketika akan ke Macau melewati bagian imigrasi juga begitu pun balik ke Hong Kong dari Macau.

Tujuan utama di Macau yakni Senado Square. Sebagai World Heritage Culture by UNESCO, bangunan bahkan lantai di Senado Square di warisi dari abad 16. Akan sangat kagum dan ga percaya kalo lantai sebagus itu beneran dari abad 16.

Sebelah kiri itu Ferrynya, kami naik Turbo Jet dari Kowloon Harbour
Di dalam Ferry. Ber-AC ga bau ikan asin, hehe..
Saat weekend Senado Square akan ramai banget karena penduduk asli Macau berbelanja di situ juga. Kalo saya sih ngincernya makan eggtart di depan Ruins of St, Paul's. Itu loh gereja yang dibakar tapi fasad depannya masih kokoh berdiri. And i made it!

Ohya eggtart dan almond cookies jadi andelan makanan di Macau, ada satu lagi tapi ga halal yakni Pork Bun. Tempat beli eggtart yang rekomen si Cafe De Nata, tapi saya ga sempat  ke sana. Saya nyemil egg tar Koh Kei Bakery (yang tokonya ada di sepanjang jalan Senado Square dan juga ferry terminal) harga satu Egg Tart 9 HKD.




Sebenarnya di Macau ada mata uang sendiri yakni MOP, tapi kedudukan HKD lebih tinggi, jadi pedagang di Macau sih senang aja kalo terima HKD. Cuma pastikan saat terima kembalian HKD ga ada duit MOP yang terselip karena nilai tukarnya jatuh banget di Hong Kong. Kejadian ama suami saya.

Dari Senado Square kami ke The Venetian, sebenarnya dari terminal ferry menuju tempat-tempat casino seperti MGM, The Venetian, City of Dream, dll ada shuttlenya sendiri loh dan gratis pula. Tapi antrinya agak lama. Karena ngejar waktu,kami pakai taksi dehke The Venetian.



 Saya penasaran sama mall tempat Geum Jan Di nyari Gu Jyun Poo, hehehe. Sekalian ngincer Egg Tart enak dari Lord Stowy's. Suami pengen lihat casinonya. Sampai sana kami terkagum dengan interiornya, pengen sih naik gondola tapi kami kesasar nyari Lord Stowy, meski ada petunjuk digitalnya tetap susah dioperasikan mungkin sudah kebanyakan yang mencet-mencet jadi layarnya ga sensitif.

Begitu dapat Lord Stowy,kami makan malam di foodcourtnya. Ketemu counter penjual Pita Bread yang halal,alhamdulillah kami pun puas dan kenyang makan Mediteranian Set yang bisa buat 3 sampai 4 orang seharga 152 MOP. Kami pun segera pulang,padahal masih pengen ke city of dream dll, tapi kemalaman nampaknya.

Benar saja sampai terminal Ferry kami kehabisan tiket ke Kowloon terminal, yang tersedia hanya super class seharga hampir 400 HKD.  Saat itu sudah hampir jam 9 malam,dan kami kehabisan tiket jam 10 malam. Ahhirnya kami ke counter Turbo Jet yang Hong Kong Terminal dan dapat tiket economy untuk jam 23.15. Ohya, di terminal ferry pasti ada calonya, kalo mau yang resmi langsung ke counter penjualan tiket. Lalu, untuk ke Kowloon strategi penjualannya berbeda dengan ke Hong Kong. Saat kami diberitahu semua tiket ke Kowloon abis adanya yg super class, kami kira benar-benar habis, ternyataa jam 10 lewat, counter yang Kowloon buka lagi penjualan tiket jam 22.35. Ukh, kesal! Hotel kami lebih dekat yang Kowloon drpd Hong Kong, jadi tipsnya bersabar aja. Atau langsung beli tiket pulang begitu sampai di terminal ferry Macau.

Tapi menunggu di terminal ferry Macau enak saja sebenaarnya ada McD 24 jam, dan vending machine.







Tapi suami memilih fasilitas lounge Turbo Jet dengan biaya 80 MOP. Bisa makan kue dan minum sepuasnya sambil internetan. Bisa istirahat dengan sofa empuk,mau charge hp juga bisa. Jadi kami nunggu disana sampai jadwal pemberangkatan Ferry. Sampai di Hong Kong kurang lebih jam setengah 1, kami pakai taksi melewati terowongan bawah laut dan menghabiskan hampir 100 HKD.

... our journey to be continue..


Singapore Trip

Yeay setelah (hampir) 3 tahun nikah akhirnya pergi jauh juga nih.. Alhamdulillah sudah bertiga sama Sya. Kenapa Singapore? karena mau ajak Sya naik pesawat dan liat ikan. Sya lagi senang ikan, tapi taunya cuma 'itang yeye' (ikan lele). Lagipula kami dapat tiket lumayan terjangkau karena belinya di Garuda Travel Fair plus dapat voucher 20 SGD di Changi. Lumayan banget kan..

Sabtu, 25 April 2015
Kami take off jam 1.45 siang harusnya, tapi ngaret 45 menit. Mungkin juga karena cuaca, sempat hujan deras saat di ruang tunggu. Sya udah antusias banget lihat pesawat. Saatnya boarding, kami didahulukan karena bawa Sya dan kuris kami nomor 44 di ekor pesawat. Setelah duduk, kami pun nunggu lagi di dalam pesawat agak lama sampai akhirnya terbang. Dan Sya malah tertidur saat take off saking kelamaan nunggu, hehehe..

Sya bangun saat pesawat sudah akan merapat di Changi,jadi dia masih bisa liat awan, perahu, laut dan nonton Kung Fu Panda. Sampai di Changi, kami naik taksi menuju hotel di Bencoolen. Thanks God, kami dapat priority line karena ada Sya. Kalo ga musti antri lama sampai dapat taksi. Perjalanan dengan taksi kira-kira 20 menit dan menghabiskan SGD 26 karena pas pergantian shift jadi kena charge ini itu deh. Harga aslinya sih 15 SGD.

Sampai di Hotel Ibis Bencoolen, kami senang banget dengan pelayananannya dan lokasinya yang dekat Bugis Market, serta MRT Bras Basah & Bugis. Kalau mau naik bis juga ada shelternya persis di depan hotel. Mau sepedaan juga bisa, dikasih pinjam gratis. Sampai kamar kami lebih senang lagi, karena pesannya queen size eh di upgrade ke king size. Udah gitu dipinjemin smartphone dari hotel yang bisa browsing, lengkap dengan instalasi fitur rekomendasi tempat. Wifi super kenceng dan dipinjemin botol air minum yang bisa diisi ulang sesuka hati di bar hotel.

Sudah jelang maghrib, kami meluncur ke Bugis Market cari makan malam dan cemilan. Pilihan jatuh kepada: kebab ayam halal di dalam bugis market, fish ball, bola-bola isi kaya jam dan fillet o fish-nya McD! Perut kenyang, kami pun tidur lelap.








Minggu, 26 April 2015

Paginya karena masih pada tidur,saya memutuskan 'me time' alias jalan-jalan sendiri ke Mustafa center sekalian beli oleh-oleh. Beneran jalan kaki dari hotel dengan panduan map dari smartphone pinjeman akhirnya setengah jam saya sampai Mustafa Center. Kelar urusan oleh-oleh, sebelum balik ke hotel saya beli makanan dulu karena hari itu menu breakfast di hotel non halal.


Ada sebuah restoran vegetarian persis di depan Mustafa Center, sedangkan sebelahnya ada restoran nasi padang. Saya pernah ke restoran itu 4 tahun yang lalu dan kecewa karena rasanya ga Padang banget. Jadilah saya mampir ke restoran yang banyak dipenuhi orang India. Saya pesan Biryani Set seharga SGD 9, turns out makanan untuk satu keluarga berisikan 4 orang dewasa! Banyak bangeett porsinya. Dan bagi Sya itu pedas. Ujungnya ga habis deh.


Tadinya kami mau ke Spore Zoo, tapi udah kesiangan. Jadi kami putuskan untuk ke Sentosa aja, karena sudah ada tiket yang kami beli terlebih dahulu di Jakarta yakni SEA Aquarium, Garden By The Bay dan Spore Zoo. Meski sudah tau Sentosa bakal ramai, tapi paling ga hari ini bisa 2 tempat yang dikunjungi karena Spore Zoo itu jauuuhhh banget!

Benar aja, pas kami sampai Vivo City udah ramai banget, begitu pun di Sentosanya. Tapi begitu masuk SEA Aquarium, jadi lebih adem meski ramai karena lihat birunya lautan yang saya rindukan dari Seaworld Ancol. Sebenarnya SEA Aquarium mirip Seaworld Ancol tapi kelebihannya di giant Aquariumnya sedangnya Seaworld Ancol (yang entah kapan buka kembali) punya Aquarium berjalan dan touchpool yang lebih banyak. Untuk bagian sejarah, SEA Aquarium membeberkan perjalanan negara ini menjadi sebuah negara maritime melalui diorama yang menarik. Jejeran patung dan video yang diputarkan beberapa kali melalui big screen di muka kapal tiruan (yang gede banget!) menyambut kami di awal masuk SEA Aquarium.   




Sya pun senang banget lihat aquarium super besar di depannya, sampai joget-joget kesenangan. Saat lapar menghadang dan hujan besar, untungnya ada Fish & co yang jualan di area SEA Aquarium. Kalau mau pilihan restoran lain, keluar dari SEA Aquarium belok ke kanan ada sederet restoran yang di Indonesia juga ada sih.

Hari sudah pukul 4 sore kami mau ngejar sunset di Garden By The Bay. Kembalilah kami keVivo City dan meneruskan naik MRT. Sebenarnya dekat saja dari Vivo City ke daerah Harbour Front kalau naik taksi tapi kami mau menghemat dengan MRT, jadinya agak muter sedikit. Kami salah turun, harusnya turun di Bay Front supaya jalannya ga jauh atau suntec city. Jadilah kami jalan dulu kira-kira setengah jam baru sampai jembatan menuju Garden By The Bay. Sampai di sanapun masih harus jalan lagi melewati berbagai jenis taman yang didesain khusus dan gratis. Seru nih buat olahraga sore. Tapi kami ngincer sunset di Dome-nya, buru-buru lah kami menuju double Dome yang keren ituu..



Garden By The Bay terdiri dari dua dome besar yakni Cloud Forrest dan Flower Dome serta area Super Trees. Kami masuk ke Cloud Forrest terlebih dahulu pas saat jam misting, wah air terjunnya indah banget. Dan ada ribuan spesies anggrek di tanam disana. Satu sisi sempat terpikir, Indonesia punya banyak yang lebih indah dari ini. Sayang ya ga dirawat. Ini orang singapura karena ga punya alam pegunungan bela-belain bikin air terjun buatan.

Ada 7 level di Cloud Forrest, kami naik sampai ke the lost world di lantai 7 melalui lift. Ternyata isinya sederet anggrek.

Pindah ke Flower Dome, sedang ada pameran bunga tulip. Setelah keliling kami cari makan, eh malah nyasar pas keluar area Garden By The Bay. Tapi akhirnya ketemu Giant bIg Trees yang tepat pukul 7 atau 8 malam ada permainan cahaya lengkap dengan musik. Mungkin sebagai pengganti Song of The Sea yang udah ga ada itu.

Keren bangeetttt! Di dekat situ ada foodcourt, kami makan disitu lalu pulang ke hotel.


Senin, 27 April 2015
Ke singapore Zoo. Kami pakai MRT sampai ke stasiun yang ada terminalnya lalu ganti bis yang khusus ke Singapore Zoo. Perjalanan memakan waktu 45 menit. Jauh kaannn.. Untung kami sudah bekal nasi kuning dan nasi lemak beli di stasiun, hehehe..

Sampai Spore Zoo agak gerimis, tapi kami sih asyik aja muterinnya karena bisa beli jas hujan di merchandise store-nya. Luas Spore zoo kurang lebih kayak ragunan, mungkin lebih luas ragunan. Kami pakai trem untuk keliling dan juga jalan kaki. Bersiihhh deh ga bau kotoran hewan, hehehe.. Yang seru sih buat saya lihat beruang kutub yang asyikk berenang di kolam es-nya, gede bangettt!
Buat Sya yang asyik lihat Gajah dan Harimau putih yang juga asyik berenang di kolamnya..



Sampai sekarang si "Aum" yang paling diinget Sya. Hehehe..

Pulang dari Spore Zoo kami pakai bis yang stop pointnya di Orchard. Bisnya pakai atap terbuka gitu, jadi Sya bisa lihat awan selama perjalanan. Di orchard kami jalan-jalan sekitar lucky plaza dan saya menguber Macaroonnya Ladure di Ngee Aan City. Yang kelupaan beli Garret Popcorn di ION Ochard, padahal sebelahan. Hehehe..

Selasa, 28 April 2015

Paginya sempat keliling bugis market dulu, beli oleh-oleh yang kurang. Hehehe.. Lalu kami ke Changi pakai taksi. Karena ada voucher 20 SGD untuk belanja di Changi, kami puas-puasin deh keliling Changi yang besar itu. Akhirnya sih cuma kepake satu voucher doang, karena kecapekan. Hehehe.. Then off to Jakarta..



Awalnya ragu ajak Sya jalan-jalan, apalagi ke luar negeri. Beberapa ketakutan kami antara lain:
- Sya lari sana-sini.
- Sya makannya masih berantakan karena maunya makan sendiri
- Sya cranky karena kecapekan

Ternyata Sya baik-baik aja tuh selama diperjalanan, yang ga baik malah bapaknya. Mungkin karena trip pertama bareng keluarga sendiri jadi agak panikan. Masalah lari-lari, Sya kami taruh di strollernya. Masalah makan, ternyata Sya jadi malas makan nasi, kebanyakan nyemil kentang goreng. Alhamdulillah jarang cranky, malah kalo ngantuk biasanya minta gendong ini malah tidur sendiri di strollernya. 

... our journey to be continue :)