Friday, 31 July 2015

Singapore Trip

Yeay setelah (hampir) 3 tahun nikah akhirnya pergi jauh juga nih.. Alhamdulillah sudah bertiga sama Sya. Kenapa Singapore? karena mau ajak Sya naik pesawat dan liat ikan. Sya lagi senang ikan, tapi taunya cuma 'itang yeye' (ikan lele). Lagipula kami dapat tiket lumayan terjangkau karena belinya di Garuda Travel Fair plus dapat voucher 20 SGD di Changi. Lumayan banget kan..

Sabtu, 25 April 2015
Kami take off jam 1.45 siang harusnya, tapi ngaret 45 menit. Mungkin juga karena cuaca, sempat hujan deras saat di ruang tunggu. Sya udah antusias banget lihat pesawat. Saatnya boarding, kami didahulukan karena bawa Sya dan kuris kami nomor 44 di ekor pesawat. Setelah duduk, kami pun nunggu lagi di dalam pesawat agak lama sampai akhirnya terbang. Dan Sya malah tertidur saat take off saking kelamaan nunggu, hehehe..

Sya bangun saat pesawat sudah akan merapat di Changi,jadi dia masih bisa liat awan, perahu, laut dan nonton Kung Fu Panda. Sampai di Changi, kami naik taksi menuju hotel di Bencoolen. Thanks God, kami dapat priority line karena ada Sya. Kalo ga musti antri lama sampai dapat taksi. Perjalanan dengan taksi kira-kira 20 menit dan menghabiskan SGD 26 karena pas pergantian shift jadi kena charge ini itu deh. Harga aslinya sih 15 SGD.

Sampai di Hotel Ibis Bencoolen, kami senang banget dengan pelayananannya dan lokasinya yang dekat Bugis Market, serta MRT Bras Basah & Bugis. Kalau mau naik bis juga ada shelternya persis di depan hotel. Mau sepedaan juga bisa, dikasih pinjam gratis. Sampai kamar kami lebih senang lagi, karena pesannya queen size eh di upgrade ke king size. Udah gitu dipinjemin smartphone dari hotel yang bisa browsing, lengkap dengan instalasi fitur rekomendasi tempat. Wifi super kenceng dan dipinjemin botol air minum yang bisa diisi ulang sesuka hati di bar hotel.

Sudah jelang maghrib, kami meluncur ke Bugis Market cari makan malam dan cemilan. Pilihan jatuh kepada: kebab ayam halal di dalam bugis market, fish ball, bola-bola isi kaya jam dan fillet o fish-nya McD! Perut kenyang, kami pun tidur lelap.








Minggu, 26 April 2015

Paginya karena masih pada tidur,saya memutuskan 'me time' alias jalan-jalan sendiri ke Mustafa center sekalian beli oleh-oleh. Beneran jalan kaki dari hotel dengan panduan map dari smartphone pinjeman akhirnya setengah jam saya sampai Mustafa Center. Kelar urusan oleh-oleh, sebelum balik ke hotel saya beli makanan dulu karena hari itu menu breakfast di hotel non halal.


Ada sebuah restoran vegetarian persis di depan Mustafa Center, sedangkan sebelahnya ada restoran nasi padang. Saya pernah ke restoran itu 4 tahun yang lalu dan kecewa karena rasanya ga Padang banget. Jadilah saya mampir ke restoran yang banyak dipenuhi orang India. Saya pesan Biryani Set seharga SGD 9, turns out makanan untuk satu keluarga berisikan 4 orang dewasa! Banyak bangeett porsinya. Dan bagi Sya itu pedas. Ujungnya ga habis deh.


Tadinya kami mau ke Spore Zoo, tapi udah kesiangan. Jadi kami putuskan untuk ke Sentosa aja, karena sudah ada tiket yang kami beli terlebih dahulu di Jakarta yakni SEA Aquarium, Garden By The Bay dan Spore Zoo. Meski sudah tau Sentosa bakal ramai, tapi paling ga hari ini bisa 2 tempat yang dikunjungi karena Spore Zoo itu jauuuhhh banget!

Benar aja, pas kami sampai Vivo City udah ramai banget, begitu pun di Sentosanya. Tapi begitu masuk SEA Aquarium, jadi lebih adem meski ramai karena lihat birunya lautan yang saya rindukan dari Seaworld Ancol. Sebenarnya SEA Aquarium mirip Seaworld Ancol tapi kelebihannya di giant Aquariumnya sedangnya Seaworld Ancol (yang entah kapan buka kembali) punya Aquarium berjalan dan touchpool yang lebih banyak. Untuk bagian sejarah, SEA Aquarium membeberkan perjalanan negara ini menjadi sebuah negara maritime melalui diorama yang menarik. Jejeran patung dan video yang diputarkan beberapa kali melalui big screen di muka kapal tiruan (yang gede banget!) menyambut kami di awal masuk SEA Aquarium.   




Sya pun senang banget lihat aquarium super besar di depannya, sampai joget-joget kesenangan. Saat lapar menghadang dan hujan besar, untungnya ada Fish & co yang jualan di area SEA Aquarium. Kalau mau pilihan restoran lain, keluar dari SEA Aquarium belok ke kanan ada sederet restoran yang di Indonesia juga ada sih.

Hari sudah pukul 4 sore kami mau ngejar sunset di Garden By The Bay. Kembalilah kami keVivo City dan meneruskan naik MRT. Sebenarnya dekat saja dari Vivo City ke daerah Harbour Front kalau naik taksi tapi kami mau menghemat dengan MRT, jadinya agak muter sedikit. Kami salah turun, harusnya turun di Bay Front supaya jalannya ga jauh atau suntec city. Jadilah kami jalan dulu kira-kira setengah jam baru sampai jembatan menuju Garden By The Bay. Sampai di sanapun masih harus jalan lagi melewati berbagai jenis taman yang didesain khusus dan gratis. Seru nih buat olahraga sore. Tapi kami ngincer sunset di Dome-nya, buru-buru lah kami menuju double Dome yang keren ituu..



Garden By The Bay terdiri dari dua dome besar yakni Cloud Forrest dan Flower Dome serta area Super Trees. Kami masuk ke Cloud Forrest terlebih dahulu pas saat jam misting, wah air terjunnya indah banget. Dan ada ribuan spesies anggrek di tanam disana. Satu sisi sempat terpikir, Indonesia punya banyak yang lebih indah dari ini. Sayang ya ga dirawat. Ini orang singapura karena ga punya alam pegunungan bela-belain bikin air terjun buatan.

Ada 7 level di Cloud Forrest, kami naik sampai ke the lost world di lantai 7 melalui lift. Ternyata isinya sederet anggrek.

Pindah ke Flower Dome, sedang ada pameran bunga tulip. Setelah keliling kami cari makan, eh malah nyasar pas keluar area Garden By The Bay. Tapi akhirnya ketemu Giant bIg Trees yang tepat pukul 7 atau 8 malam ada permainan cahaya lengkap dengan musik. Mungkin sebagai pengganti Song of The Sea yang udah ga ada itu.

Keren bangeetttt! Di dekat situ ada foodcourt, kami makan disitu lalu pulang ke hotel.


Senin, 27 April 2015
Ke singapore Zoo. Kami pakai MRT sampai ke stasiun yang ada terminalnya lalu ganti bis yang khusus ke Singapore Zoo. Perjalanan memakan waktu 45 menit. Jauh kaannn.. Untung kami sudah bekal nasi kuning dan nasi lemak beli di stasiun, hehehe..

Sampai Spore Zoo agak gerimis, tapi kami sih asyik aja muterinnya karena bisa beli jas hujan di merchandise store-nya. Luas Spore zoo kurang lebih kayak ragunan, mungkin lebih luas ragunan. Kami pakai trem untuk keliling dan juga jalan kaki. Bersiihhh deh ga bau kotoran hewan, hehehe.. Yang seru sih buat saya lihat beruang kutub yang asyikk berenang di kolam es-nya, gede bangettt!
Buat Sya yang asyik lihat Gajah dan Harimau putih yang juga asyik berenang di kolamnya..



Sampai sekarang si "Aum" yang paling diinget Sya. Hehehe..

Pulang dari Spore Zoo kami pakai bis yang stop pointnya di Orchard. Bisnya pakai atap terbuka gitu, jadi Sya bisa lihat awan selama perjalanan. Di orchard kami jalan-jalan sekitar lucky plaza dan saya menguber Macaroonnya Ladure di Ngee Aan City. Yang kelupaan beli Garret Popcorn di ION Ochard, padahal sebelahan. Hehehe..

Selasa, 28 April 2015

Paginya sempat keliling bugis market dulu, beli oleh-oleh yang kurang. Hehehe.. Lalu kami ke Changi pakai taksi. Karena ada voucher 20 SGD untuk belanja di Changi, kami puas-puasin deh keliling Changi yang besar itu. Akhirnya sih cuma kepake satu voucher doang, karena kecapekan. Hehehe.. Then off to Jakarta..



Awalnya ragu ajak Sya jalan-jalan, apalagi ke luar negeri. Beberapa ketakutan kami antara lain:
- Sya lari sana-sini.
- Sya makannya masih berantakan karena maunya makan sendiri
- Sya cranky karena kecapekan

Ternyata Sya baik-baik aja tuh selama diperjalanan, yang ga baik malah bapaknya. Mungkin karena trip pertama bareng keluarga sendiri jadi agak panikan. Masalah lari-lari, Sya kami taruh di strollernya. Masalah makan, ternyata Sya jadi malas makan nasi, kebanyakan nyemil kentang goreng. Alhamdulillah jarang cranky, malah kalo ngantuk biasanya minta gendong ini malah tidur sendiri di strollernya. 

... our journey to be continue :)

No comments:

Post a Comment