Thursday, 3 March 2016

Kanker Oh Kanker


Sebulan lebih ga update blog. Bukan karena ga punya cerita justru saking banyaknya cerita sampai bingung mau mulai yang mana. 

Pernah dengar Kanker?

Penyakit yang satu ini terdengar menyeramkan ya? Langsung terbayang pengobatan yang panjang,  kemoterapi yang menyakitkan. Belum tentu bisa sembuh. Berdampak pada keluarga secara moril dan finansial. Wah pokoknya serem banget dan seringnya kita menganggap itu musibah. 

Salah seorang keluarga saya divonis kanker stadium 4 bulan februari ini. Kami sekeluarga kaget banget! Lalu mulai menganalisa apa sih penyebab kanker? 

Kesimpulan pertama, faktor turunan.
Katanya gen keluarga, karena sebagian besar keluarganya banyak yang kena kanker. Adiknya kena kanker, sepupunya kena kanker, jadi wajar aja kalau kena kanker juga. Masa iya langsung disamaratakan gitu ya?

Kesimpulan kedua, usia.
Ya udah usia senja, maklum aja banyak penyakit termasuk kanker. Hmmmm, yang muda juga bisa kena kanker.

Kesimpulan ketiga, pola makan dan gaya hidup.
Suka makan daging bakar, gaya hidup yang ga sehat, doyan kuliner. Bagaimana dengan bayi yang udah kena kanker, kan makannya belum macam-macam. 

Kalau menurut kamu, apa sih penyebab kanker?

(Updated May 18th 2016)
Di antara musibah pasti ada kebahagian yang tertunda. Setelah dirubung kesedihan dengan kanker dari salah satu keluarga kami. Suami dapat pencerahan dan akhirnya berhenti merokok! It's not easy, saya salut sama kegigihan suami melawan ketergantungan nikotin. Suami juga jadi rajin olahraga dan makan segar, malah sehatan dia makannya daripada saya, hahaha.

Di satu sisi kami semakin banyak tau tentang kanker dan gaya hidup sehat. Ga mau kecolongan lagi, kami pun mulai dengan banyak konsumsi buah dan sayur. Kami coba tularkan kebiasaan ini ke pasien, tapi beliau tidak begitu yakin. Padahal ada banyak cerita pasien kanker bisa sembuh dengan pola hidup sehat loh.

Perihal keluarga saya yang terkena kanker, sampai saat ini keluarga saya sudah di tahap pasrah karena mengingat pasiennya berusia lanjut dengan komplikasi diabetes dan jantung. Lalu penyebarannya sudah sampai ke paru-paru, liver, dan otak. Di satu sisi kami ingin beri kualitas hidup yang baik kepada beliau, tapi beliau menolak dan memilih berobat.

Pengobatan pertama yang langsung terlintas di pikiran Beliau adalah kemo, setelah diskusi dengan dokter di sini tidak menyarankan kemo karena kondisi fisik tidak prima. Beliau meminta kemo di luar, beberapa pilihan diajukan kakak saya yang dokter. Akhirnya dipilihlah Penang dengan RS. Mount Miriam, Tanjung Bunga yang spesialis Kanker. Setelah konsul dengan dokternya, akhirnya diputuskan Kemo dengan setengah dosis saja lalu pulang ke Jakarta mencari dokter yang setuju uituk kemo lanjutan.

Setelah pulang, seperti perkiraan hari ke-6 beliau dilarikan ke emergency karena sesak napas, diare dan hilang kesadaran. Proses recovery berjalan beberapa wake. Setelah sehat beliau tetap minta di kemo, dokter agak berat memutuskan. Butuh waktu 2-3 minggu sampai dokter mau melakukan kemo. Dan kamis, 12 Mei 2016, kemo kedua dilakukan. Sampai sekarang kami masih berjaga dengan reaksinya. Mohon doa agar penyakit ini diangkat.

Dan buat kita yang masih sehat, jangan tunggu sakit baru makan sehat ya. ;)