Sunday, 22 May 2016

My Journey to Stay Happy (An Ayuverdic Lifestyle Workshop) PART 1

Dua blog saya sekarang diakhiri dengan kalimat 'Stay Happy :)', and it will on and on and on will be my last quote after each blogpost. :)

Tujuannya sebagai pengingat saya dan juga kalian yang baca, terutama wanita, untuk selalu BAHAGIA. :)

Why, karena jadi wanita itu gampang banget depressi! Well, seperti yang saya rasakan dulu. Padahal wanita itu jadi landasan keluarga, dimana suami bersandar, anak meminta dipeluk selalu, orangtua tetap minta perhatian. Begitu banyak peran wanita, kalau kita ga mampu bahagia ya efeknya langung berdampak ke keluarga. Umpamanya kita belum bisa hitung perkalian, saat ulangan pasti nilainya jelek, pas mau beli barang salah ngitung terus.

Jadi "Stay Happy" itu penting BANGET!

Saat kita galau, anak bahkan dari usia bayipun bisa menangkap aura galau, sedih, arah yang didapat dari ibunya. Efeknya anak akan meniru juga, nah siapa yang mau punya anak galau, rewel, suka marah-marah? Hebat banget orangtua yang mau anaknya begitu, pasti sabar banget itu orangtua, hehehe..

Nah mempraktekan si "Stay Happy" ini emang GA MUDAH tapi BISA, dan percayalah alam semesta ikut bersekongkol kalau kita punya niat baik. Salah satunya saat saya mau cari kebahagian, eh ada kuis di ig-nya Halo Ibu siapa yang regram bisa dapat free spot di Workshop The Timeless Secret For Modern Mom's Happines. And I got it! Yippikayeee!! :D

Jadilah hari ini seminggu yang lalu saya mendapat pencerahan di Club Kembang. Oot, Zia Nichols dan Asthra ternyata sekampus dengan saya, saya langsung merasa senasib sepenanggungan, hehe. Apalagi denger cerita mereka, how they find happiness and make peace within their self. Saya langsung berasa, aahhh that's so me! :))

Sesi dibuka dengan video Jada Pinkett Smith yang ditanya sama anaknya "How hard is it being a wife and a mother?" Jawabannya bisa ditonton di bawah ini.



Di video itu, Jada (ikrib!) berulang kali bilang kalau kita harus mengurus diri kita sendiri baru orang lain dan jangan ragu untuk itu. Mengurus diri sendiri bukan egois malah demi kepentingan orang banyak.

Zia pun memulai sesinya dengan mengumpakan air di ceret (apa bahasa indonesianya pitcher ya? hahaha) kalau mau dibagikan kan musti ada airnya, lalu bila airnya soda yang keluar soda juga begitupun bila kit marah di diri sendiri yang keluar pun amarah.

So that's why we need to be happy at the first top.

Gimana caranya? Ketahui apa yang bisa bikin kita happy. Dalam ayuverdic lifestyle jadi happy karena dua hal:
1. Kita punya tugas ke diri kita sendiri
2. Kita punya tugas lahir ke dunia ini

Sejak dibentuk dalam rahim kita sudah ditentukan takdirnya dan bentuk tubuh serta sifat dasar itu bagai mobil yang di design untuk mengantar kita ke tujuan, takdir.
Kalau bannya bocor, jalanan jadi tertunda. Kalau bensin habis, mobil mati ga bisa jalan, jadi lama perjalanannya. Tapi kalau perawatan mobilnya bagus selalu ada bensin dan ban cadangan, apapun yang terjadi di jalan bisa kita hadapi. Artinya kalau tubuh kita seimbang (selalu sehat dan bahagia) mau ada halangan apapun selalu bisa diatasi.

How to balance it? Gimana biar bisa sehat dan bahagia, gimana bisa nemuin apa tugas saya di dunia?

Karena buuaannnnyyyaaaak yang mau saya bagi, tunggu cerita saya di Part 2 ya.


Stay Happy :)











4 comments:

  1. dan gue masih menulis..... hahahhaha :p

    ReplyDelete
  2. Asik! Senang bacanya. Nulis dong Niken buat kolom dear Ibu.....❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ashtra thanks yah udah ngajakin nambah ilmu. Wahh mau bangeettt, mau nulis tentang apa?

      Delete