Saturday, 4 June 2016

Kembangkan Kecerdasan Anak Dengan Bercerita!

Saya tumbang!

Flu semingguan ini, karena males minum obat jadiiii saya biarin si flu-nya sembuh sendiri. Sampai sekarang tinggal batuknya aja dan lidah masih ga berasa apa-apa. Semalam ngimpi makan indomie goreng, saking pinginnya tadi pagi bikin dong. Eh ternyata ga berasa apa-apa sama sekali loh! ((Akk nambah kalori percumaa!))

Tapi tumbangnya saya karena sibuk yang produktif loh! (ciee bangga padahal apa pula itu sibuk produktif, hahaha..) Jadi minggu lalu saya datang ke 2 acara keren, yang satu tentang parenting satu lagi tentang usaha. Gara-gara dua acara itu saya kepikiran terus, saya itung-itung terus, saya bikin skema ini itu sampai ga tidur sehari semalam, dan yak setelah ‘pukulan’ bertubi-tubi pada otak saya akhirnya badan tumbang juga!

Padahal sudah belajar ayuverda, sudah dikasih tahu perihal dosha yang ga seimbang efeknya apa, kok ya ngeyel sih keenn.. *jiwil diri sendiri*

Yoweslah, nasi putih sudah menjadi nasi goreng, baiknya kita santap saja. Jadi saya terima deh si sakit dengan segala drama dikejar deadlinenya. Sampai saya belum sempat berbagi apa yang saya dapat di 2 workshop itu.

***

Inilah workshop yang pertama tentang Teori Platisitas Otak Anak dan mengembangkan 8 kecerdasan anak.

Acara ini disponsori salah satu susu formula untuk balita, saya tertarik datang karena temanya bagus tentang pengembangan 8 kecerdasan pada anak dan tehnik mendongeng. Nah pas banget ini, Sya lagi suka banget saya dongengin sampai emaknya kehabisan bahan cerita atau malah ngelindur. Tiba-tiba lagi cerita kancil lompat-lompat nyambung ke kancilnya liputan terus ketemu dokter. X)

Di awal acara ada dr. Andynda yang membahas kalau otak kita itu terus berkembang, pada masa anak-anak neuron di otak kita terus meluas sampai jutaan bahkan triliyunan jaringan. Satu hal yang berperan adalah stimulus atau rangsangan, semakin dirangsang sambungan neuronnya meluas. Begitu beranjak usia ke 14 tahun sambungan neuronnya akan menurun hal ini dipengaruhi hormon dan juga menurunnya ransangan.
dr. Adynda

Peran kita sebagai orangtua yang memberikan rangsangan pada anak, sebelum umur 5 atau 6 tahun beri rangsangan di 8 aspek kecerdasan anak. Nanti setelahnya kita bisa menilai aspek mana yang menonjol dari anak (bakat), dan aspek mana yang anak enjoy.  Untuk seterusnya aspek itu bisa diransang sampai ia dewasa.

Apa sih 8 kecerdasan anak?
1.     Word Smart = Kepintaran berbahasa dan berinteraksi. Diransang dengan ajak anak baca buku, mendongengkan anak dan interaksi, biarkan dia bercerita tentang harinya tentang pendapatnya kan sesuatu. Mendengarkan cerita juga meningkatkan konsentrasi anak, kemampuan berpikir dan menambah kosakata anak. Minimal 15 menit cerita ke anak apa saja.
2.     Number/symbol Smart = Bermain balok, berburu pola, membandingkan benda, menyadarkan anak tentang waktu semisal daripada bilang “Bunda ke kamar mandi 2 menit ya” lebih baik bilang “Tolong nyanyikan lagu pelangi-pelangi 3 kali, nanti Bunda keluar dari kamar mandi”
3.     Picture Smart = Bermain bentuk, warna, berimajinasi dengan lihat awan atau origami, atau main playdough. Mewarnai sambil bercerita kalau rumput warnanya hijau, langit biru, awan putih, dst.
4.     Music Smart = Merangsang pendengaran dan daya ingatnya dengan musik semisal bernyanyi, menari, main alat musik.
5.     Body Smart = Anak tetap perlu olahraga minimal 15-30 menit setiap hari, maka biarkan anak bergerak. Salurkan energinya ke tarian, bola, balet, bahkan bersih-bersih. Cara ini pas banget buat Sya, kalo ga bisa tidur saya kasih dia tisu basah untuk lap-lap. :D
6.     Nature Smart = Anak perlu dikenalkan pada alam karena ia tinggalnya di bumi, masa ga tahu bedanya sapi sama kambing? Hehe..
7.     Self Smart = Anak menyadari ada emosi dalam dirinya dan bisa mengukapkannya. Setelah itu rangsang anak untuk mengolahnya, contohnya mengolah marah. Ajak anak diskusi apa yang membuat ia marah, apa yang dirasakan saat marah, apa efeknya kalau ia marah sambil banting barang dan seterusnya. Ini bermanfaat ketika anak dewasa kelak.
8.     People Smart = biar anak ga individualis, ajak anak bermain bersama dan mengerti perasaan orang lain. Misalnya kita lagi sedih atau sakit ya cerita saja ke anak apa yang kita rasakan, kenapa kita bisa merasakan itu, bagaimana harusnya anak bersikap.

Stimulus ini harus dilakukan dengan KOMITMEN kuat dan secara KONSISTEN serta berkelanjutan atau KONTINUITAS. Ini akan menguatkan pondasi di diri anak, menghidari anak galau dikemudian hari mau jadi apa atau anak ga bisa bersosialisasi dan cegah generasi individualis yang gemar menunduk karena hidupnya ada di gadget.


7 Simbol Kecerdasan Anak, Bisa Tebak Apa Saja?


Apakah harus setiap hari stimulusnya? YA
Bagaimana caranya? Melalui interaksi harian orangtua dengan anak, mendongeng bisa jadi salah satu  sarana yang pas.

Tentang mendongeng disampaikan oleh pakar dongeng Poetri Soehendro, seru banget materinya! Semua ibu-ibu langsung ketawa begitu menyadari kesalahan kita dalam mendongeng. Ternyata anaklah yang jadi pendongeng, kita menfasilitasi.

Anak yang tentukan tokoh ceritanya, temanya apa, plot ceritanya gimana. Kita menambahkan intrik dalam cerita dan ending yang bahagia, harus bahagia ya! Kenapa? Karena mengajari anak bahwa setiap masalah pasti ada solusinya.

Selama mendongeng masukan rangsangan untuk 8 kecerdasan anak. Bisa salah satunya atau 3 atau 4 atau semuanya.
Misal:
Bercerita (word smart) tentang kupu-kupu di halaman (nature smart). Saat bercerita nyanyikan lagu kupu-kupu sambil menirukan gaya kupu-kupu terbang (Music dan Body Smart). Ceritanya kupu-kupu pink bermain dengan 3 orang temannya yang berbeda warna (Picture dan Number Smart). Kupu-kupu terjatuh dan sakit, ekspresikan rasa sakit (Self Smart) temannya datang menolong (People Smart). Kupu-kupu dibantu terbang lagi bersama teman-temannya.



Poetri Soehendro juga menjelaskan basic dasar bercerita yakni STORY:
Setting
Tokoh
Ops! Ada Masalah!
Resolusi
Yes! Endingnya pasti bahagia. 


Teman saya Nobi, Pakar Dongeng Poetri Soehendro dan MC Ivy Batusta sedang praktek mendongeng.


Dalam sehari cukup 15 menit saja bercerita pada anak, sudah menambah 1 juta kosakata baru pada anak setiap tahunnya. Setelah workshop ini saya jadi merubah pola bercerita kepada Sya. Hasilnya sudah bisa ditebak Sya minta diceritain terus dan teruuuss! Sekarang minimal 5 buku cerita atau dongeng ciptaan kami berdua (bukan saya doang yang cerita sekarang) setiap malam sebelum tidur. Iyes, emaknya gempor banget, tapi demi anak apa sih yang ga.. Eciiee..

Sudah cerita apa sama anak hari ini?


Stay Happy! :)


4 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete