Saturday, 31 December 2016

Family & Friends: A Year Review

Tahun 2016 banyak hal yang terjadi di diri saya, keluarga kecil kami bertiga (saya, suami dan Sya) serta keluarga besar.
Bila tahun sebelumnya saya buatkan kaleidoskop. Untuk tahun ini saya hanya ingin bercerita what matters the most this year: family and friends.

Family

Tahun ini kami belajar banyak artinya menjaga, merawat dan kehilangan keluarga. Berawal dari Bapak Mertua saya yang pergi mendahului setelah melalui perjuangan berat melawan penyakitnya. Perjuangan yang hebat dengan dukungan istri, adik, ipar, anak, mantu, cucu, sepupu, dan keluarga lainnya. Masih teringat jelas betapa besar perhatian dari kami sekeluarga yang tercurah untuk pengobatan Bapak, berbagai cara beliau tempuh mulai dari berobat di Jakarta sampai ke Penang dengan persiapan yang tidak mudah tentunya mengingat usia dan penyakit almarhum saat itu memang sudah parah.


Saya ingat sekali suami beberapa kali harus mengantarkan bolak-balik ke rumah sakit bahkan sampai menginap, begitupun kakak-kakaknya tak peduli lagi pekerjaan terbengkalai, semata-mata ikhlas berbakti untuk orangtua. Letih badan, emosi yang terkuras, dan kenyataan pahit yang harus dihadapi mendera keluarga kami di awal tahun 2016. Meskipun banyak pro-kontra, kekurangan disana-sini tapi kami tetap bersatu sebagai keluarga untuk mendukung Bapak sampai akhir hayatnya.

Dari situ saya sadar bahwa seberapa tinggi atau rendahnya karir kita, kaya atau miskinnya kita, tempat kita bersandar di dunia ini adalah keluarga. Padahal tahun sebelumnya saya sempat stress sekali mungkin juga Post Partum Depression (PPD) yang efeknya menyalahkan keluarga kecil saya. Astagfirullah hal adzim, saat itu saya mengira karena saya melahirkan dan menikah karir di dunia yang saya senangi jadi tidak bisa maju bahkan harus terhenti. Hati saya saat itu tidak damai dan tidak terbuka untuk menerima perubahan.

Sebesar apapun keinginan saya untuk menyalahkan keluarga kecil saya tetap saja saya akan kembali ke pelukan mereka, keluarga yang sudah saya pilih untuk habiskan hidup bersama. Anak yang sudah Allah titipkan untuk saya jaga hingga maut memisahkan, suami yang dijodohkan untuk menjadi pakaian bagi saya. Bonusnya saya dapat keluarga yang lebih besar dan berwarna.

Tahun ini hubungan saya dan Sya juga jauh lebih dekat, lebih mengerti, lebih intim. Kami dapat berkomunikasi lebih baik, perkembangan Sya juga jauh dari tantrum yang sempat bikin saya bingung. Hal ini ga lepas dari seminar parenting yang kami datangi, berkomunikasi dengan keluarga termasuk suami, juga teman-teman seperjuangan. Si perfeksionis dalam diri saya mulai mengarah ke si pengertian, kalau hal-hal tertentu tidak bisa dipaksakan sesuai maunya saya aja karena Sya juga manusia, wajar bila punya keinginan berbeda.


Friends

People come and go but true friend stays, tahun ini saya bertemu banyak teman-teman baru yang jadi sahabat atau teman lama yang dulunya ga dekat sekarang jadi dekat. Jumlah teman-teman saya mungkin sedikit tapi hubungan kami semakin dekat. I think quality more important than quantity, right? To u all my best friends, u know who you are, love you much!!!

Beberapa kali saya telepon teman-teman lama, sekedar ngobrol untuk say hi, setiap selesai menelpon hati terasa lebih senang. Tahun 2017 saya akan lebih sering menghubungi teman-teman dan mengingat hari ulang tahun teman serta mengucapkannya, termasuk di FB. Siapa yang suka lupa ngucapin? Let’s make a promise together that we’re getting better on maintain relationship with our friends, deal? :)

Teman-teman baru yang ga kalah mengagumkan dan memperbarui diri saya, seperti Mompreaneur tempat curhat dari kerjaan, anak sampai gossip perintilan ga jelas, hahaha. Ashtra dari haloibu yang ternyata jadi jawaban apa yang saya alami ini ada namanya (yes it’s called Post Partum Depression), Zia dari Wholistic Balance yang ngajarin saya ayuverdha, Geng Yoga Ceria yang melenturkan tubuh serta hati dan perut karena setiap abis latihan malah makan, haha. Mama setrong yang ceritanya support system untuk hidup sehat malah curhatnya tentang anak. Change Maker Moms, can’t wait for 2017 projects! Teman-teman di Upnormals yang suka bikin saya ketawa dengan candaan mereka sambil saya dikejar deadline sambil diberi kerjaan terus menerus artinya rejeki datang terus. Dan teman-teman lainnya yang tidak bisa diebutkan satu persatu tapi saya berterima kasih pada Allah karena kita berpapasan di jalan kehidupan ini.

Dalam hal-hal buruk di kehidupan 2016, teman juga tempat curhat yang menenangkan. Bahkan setelah saya curhat ke beberapa teman tentang depresi yang saya alami ternyata saya ga sendiri, teman-teman juga merasakan hal yang sama. Aakk, jadi selama ini saya aja yang membungkam diri dalam bola buatan saya sendiri. Ketika saya berani pop up that balloon, I found that world is big place and colorful! Then I looking the best place to stand on my own feet and watch, even better to be part of that big world.

Dan kalian, pembaca blog ini, setahun ini saya dapat banyak hal positif setelah mulai rajin menulis kembali dan turut merasa senang karena cerita saya bermanfaat bagi orang lain. Semoga 2017 saya terus bisa memberi manfaat ya, begitupun kalian teman-teman, semoga kehidupan jauh lebih baik dan baik lagi. Amin.
 
Best Nine Dari Instagram

Happy New Year, Stay Happy! :)




2 comments:

  1. Hopefully this year I can pop out that balloon too! Dan tentunya lebih nerima dan bisa baikan sama diri sendiri.

    Have a great year ahead ceu!! :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. karenanya kita perlu ikutan lagi, hahaha. Smangat eceu, that time will come. Have a happy new year! :*

      Delete