Saturday, 31 December 2016

Lingkaran Ibu: Oase Wanita Indonesia





I believe once all mothers sit together on circle, there’s only a positive vibe – Ashtra, Haloibu


Saya ‘bertemu’ Ashtra karena youtube. Saat saya bingung harus ngapain, apa sih yang terjadi sama saya, ini perasaan apa sebenarnya yang ada dalam diri saya. Then I searched: How to be a mother, how to be a wife, how to a housewife, etc. Lalu saya ketik kata ‘ibu rumah tangga’ dan yang keluar ga jauh-jauh dari konten onrop (dibaca kebalik) atau ibu rumah tangga demo, haduh! Lalu saya kutak-kutik lagi kata ‘ibu’ dalam youtube dan bertemulah HaloIbu. Saya lega banget, ada juga youtuber Indonesia yang bikin konten tentang ibu.

Dari situ hubungan kami berlanjut dari satu acara ke acara berikutnya sampai ke Lingkaran Ibu. Bertempat di Community Coffee, Bintaro, Halo Ibu mengadakan grup curhat yang dinamakan ‘Lingkaran Ibu’. Ini bukan curhat biasa, tapi pelepas stres, penambah kepercayaan diri serta kekuatan bagi para Ibu.


Karena dengan bercerita kita bisa melepaskan penat, belenggu pikiran dan hati serta kesedihan. Dan bergantian mendengarkan kisah perjuangan ibu lainnya akan membuat kita turut sedih, terharu, berujung menguatkan jiwa.

Saya tidak bisa detil menceritakan apa saja sih curhatannya karena apa yang ada di lingkaran Ibu adalah rahasia dan selasai hari itu juga. Tapi yang bisa saya ceritakan aura yang yang hebat ketika saya datang, semua peserta sudah duduk berkumpul dan melingkar di lantai 2 Community Coffee. Dengan suasana temaram ditemani lilin di tengah lingkaran dan aromaterapi dari Svasti membuat peserta tenang dan leluasa bercerita.

Kecanggungan pasti dirasakan awalnya, semua peserta seperti ragu-ragu mau mengungkapkan apa dulu. Ya namanya juga bercerita pada orang yang baru kita temui. Kadang sama teman saja kita ragu bercerita apalagi sama orang asing. Tapi kali ini beda, saat ada yang bercerita semua mendengarkan dengan seksama dan mendukung, sehingga keluarlah cerita itu dengan suara bergetar, atau isakan tangis, atau lemah lembut, atau menggebu-gebu, semua wanita yang hadir punya cerita dan cara yang berbeda dalam menuturkan kisah mereka.


Tak ada hukuman, apa yang diceritakan tidak membuat kita menjadi salah atau terdakwa yang dicaci maki. Tidak ada kata negatif yang keluar atau label ini itu, semua saling menenangkan dan mendukung tak peduli agama, suku, penampilan, sungguh saat saya menuliskan ini rasa haru itu datang kembali. Ini yang saya perlukan dan saya rasa semua Ibu juga butuh, karena Ibu adalah wanita yang berperasaan halus. Once woman fell in love they will make everything beautiful but either way, the world will crumble down without woman’s love. So happy woman, happy world! 

Kurang lebih ada belasan Ibu yang berhasil mencurahkan isi hati terdalam mereka. Entah berasa tisu yang habis dan berapa pelukan, tapi itu semua membuat saya dan ibu-ibu lainnya lebih kuat lagi. Saya sendiri masih merasa belum puas di sesi pertama ini. Rasanya kalau ada lagi, saya pasti mau ikutan.  

Usai bercerita kami diminta menggambar di kanvas dengan berbagai kata penyemangat dari beragam warna, hasilnya indah sekali. Lidah kami juga dimanjakan dengan makanan dan minuman enak dari Community Coffe (those pastries were delicious!). Saya juga bawa Sya, dan ia asyik main dengan beberapa anak lainnya dengan menu makanan dan kid's corner yang disediakan.

The most important thing after falling is to know how to get up and run stronger, faster, harder than before. Terima kasih HaloIbu sudah memfasilitasi kami para Ibu yang mencari jawaban. Keep up the great work!






Hadiah Cantik dari Community Coffee


Stay Happy! :)

No comments:

Post a Comment