Monday, 26 December 2016

Suatu Hari Di Macpherson








Jalan-jalan ke Singapore kali ini mau agak ngerasain tinggal di daerah warga bukan turis meskipun ujung-ujungnya ya jalan-jalan Ochard lagi, hehe. Pilihannya antara China Town atau diluar itu, karena pilihan makanannya jarang ada yang halal di sekitar China town jadi kami pilih Macpherson karena di sekitarnya banyak resto vegetarian.

Wah nyobain resto apa aja di MacPherson Ken?

Jawabannya ga ada, hahaha. Akhirnya kami tetap ke daerah turis dan di hotel hanya untuk istirahat aja. Padahal ada foodcourt dan bakery vegetarian, cuma sayang hujan jadi sewaktu saya jalan sendiri ke Mustafa Center tetap ga bisa mampir karena becek ga ada ojek, hehe.. Tapi kami merasakan aura vegetarian itu kok di restoran hotelnya. Kebetulan habis tahun baru India jadi banyak tamu berkebangsaan India yang nginep. Mereka sebagian besar vegetarian jadi sarapannya kebanyakan tofu, vegetarian chicken, dan vegetarian noodle. Saya dan keluarga bagian makanan standar yakni buah dan sereal, hehe. Sejujurnya ya, kami merasa sedih ga ada gofood padahal banyak makanan yang mau kami cobain, tapi hujan jadi susah dijangkaunya, hehehe.

Apa istimewanya pilih tinggal di Macpherson?

Secara lingkungan kayak perumahan warga biasa yang teratur, tenang dan banyak sekolahan. Cenderung sepi sih karena kami kesana pas jam kerja. Saya bisa melihat Singapura dari sisi lain karena dapat kamar di tingkat paling atas jadi kami bisa puas memandangi Singapura dengan deretan rumah dan gedung-gedungnya. Kami juga naik MRT lebih jauh, jadi senang juga bisa keliling pakai MRT dari ujung ke ujung.

Bagaimana dengan hotelnya?

Kami tinggal di Ibis Style Macpherson yang ternyata dulunya adalah Hotel The Windsor. Kami sudah tertarik pengen nyobain nginep sini saat jalan-jalan ke Singapore tahun lalu, tapi saat itu belum jadi. Secara lokasi memang jauh dari pusat perbelanjaan, bahkan ke MRT stationnya lebih baik pakai shuttle bus yang disediakan. Untuk naik bis butuh jalan kaki dulu ke halte terdekat. Dibawah hotel ada Mall tapi belum banyak yang buka hanya ada Fair Price, jadi kebutuhan dasar sih terjamin ya.

Begitu kami sampai di MRT Station Tai Seng (yang letaknya paling dekat dengan hotel) ternyata hujan lebat sekali, mana Sya lagi asyik tidur di strollernya. Akhirnya kami memilih naik taksi dan menghabiskan sekitar 8 SGD. Sesampainya di hotel kami terkejut! Ternyata ruangan kami di lantai tertinggi dan pojokan jadi kami bisa lihat pemandangan kota Singapura dari atas, wow!



Uniknya kamar mandinya dipisah perbilik, satu untuk mandi yang satu lain toilet, sisanya ruangan kamar tanpa ada lemari. Untuk urusan kasur sih Ibis ga usah diragukan ya, langsung bikin mager, hehe.
Bilik Kamar Mandi Dan Toilet



Sebenarnya hotel dilengkapi dengan kolam renang meskipun mungil tapi cukup bikin senang  buat bocah seusia Sya sayangnya hujan terus-terusan di siang hari membuat rencana berenang batal deh. Tapi syukurlah Sya mah diajak ke hotel udah senang banget dia, jadi ga berenangpun ya ga masalah.

First thing first, nyobain kasurnya kamar hotel.

"Ga renang? Ya ga masalaaahh" - Sya, pecinta hotel.

No comments:

Post a Comment