Wednesday, 12 April 2017

CURHAT DINI HARI: DETOKS SCREEN TIME



Curhat dini hari, tanpa kita sadari mau screen time udah dibatasin sekalipun misal sehari cuma 1 jam tetap bikin ketagihan anak-anak. Lama-lama nambah terus, lama-lama nagih terus, ya anaknya ya emaknya. Karena merasa si anak anteng dengan screen time, emak bisa ngerjain apapun termasuk kerjaan rumah atau kerjaan lainnya, jadi pengennya screen time terus sampai anak jadi ga fokus kalau mengerjakan sesuatu atau cara bicara jadi tersendat. Efek ini kalau diteruskan akan berpengaruh ke perilakunya, seperti emosi tidak teratur, kurang kreatif, kurang bersosialisasi, dsb. 



Efek ini kami lihat sudah mulai ada di Sya dan orangtuanya. Dulu saya bisa ajak Sya main montesorri setiap hari, sekarang udah jarang banget, bagus kalau bisa seminggu sekali. Akhirnya Sya dipuasakan dari screen apapun bentuknya ya TV, ya laptop ayah bundanya, ya hp ayah bundanya, pokoknya ga boleh bertatap layar kecuali untuk video call dengan eyang-eyangnya.
Ini hari kedua Sya 'puasa' screen time, efeknya gelisah, gampang bosen berkali-kali dia bilang "I'm bored Bun" lalu pura-pura nangis, saya cuma bisa suruh Sya main sendiri, lego kek, masak-masakan kek, sementara sayanya kerja.
Menyelesaikan masasah? Tidak! Karena si rasa bosen ini bahkan sampai kebawa tidur, jam 2 pagi tadi Sya marah-marah & nangis dalam tidurnya, pas ditanya kenapa tidur kok marah dan nangis? Jawabannya 'abis Sya bosen'.
Logikanya nih, mana ada coba orang lagi tidur bisa bosen? Antara pengen ketawa tapi juga sadar ini efek detoks, kadang memang tubuh dan pikiran jadi ga berlogika. Sama seperti detoks merokok (yang pernah saya lihat di Papa saya dan suami) tubuh bergetar, pikiran jadi ga fokus, butuh waktu memang tapi setelahnya mereka baik-baik saja tanpa rokok. Begitupun Sya nantinya, akan baik-baik saja tanpa screen time berkepanjangan.
Saya sadar sebagai Emaknya pun harus juga membantu 'puasanya' Sya. Ibaratnya menghargai orang puasa beneran ada baiknya ga makan di depan dia, menyajikan sahur dan berbuka, maka saya sadar itu yang kurang selama ini karena selalu sibuk sama kerjaan. Saya asyik menatap laptop dan hp setengah hari lebih dengan dalih pekerjaan sedangkan Sya malah dilarang. Saya juga tidak menyajikan aktivitas yang menyenangkan sehingga Sya lupa akan screen time. Ya pantes saja ia merasa berat menjalankan 'puasanya', jadi disinilah emaknya jam 3 pagi mulai bekerja di saat Sya tidur kembali, sedangkan emaknya juga baru tidur jam 12 tadi. Demi esok hari bisa menemani Sya 'puasa' screen time.
Namanya juga curhat plus udah kelamaan ga ngeblog, jadinya panjang bener, hehe. Tapi semoga jadi pembelajaran buat orang tua lainnya, sebelum terlambat yuk detoks anak kita dari screen time. Bantu mereka menghargai indahnya dunia, memfasilitasi kreatifitas otak serta gerak tubuh mereka tanpa layar. Memang perlu pengorbanan dari kita ya waktu dan tenaga tapi buat kebaikan anak, apa sih yang ga, ya kan? Toh dulu kita kecil bahagia kan tanpa youtube, hanya nonton doraemon di minggu pagi jam 8 atau mendengarkan dongeng di Radio Kayu Manis. :)

No comments:

Post a Comment