Monday, 1 May 2017

INI BUKAN BOSCHA

Gedung Kupel yang seling disalahnamakan jadi Boscha

"Ini bukan Bosscha."

Begitu kata pemandu kunjungan sekaligus seorang peneliti di Bosscha. Mas Andre (kalau saya ga salah) menyatakan bahwa gedung beratap kubah itu dengan teleskop yang besar banget itu bukan Boscha melainkan Gedung Kupel. Bosscha yang sesungguhnya adalah komplek seluas 7 hektar yang berisikan banyak rumah teleskop. Bedanya memang teleskop yang paling besar hanya ada di Gedung Kupel itu.



Sejak nonton Petualangan Sherina, saya pengen banget ke Bosscha dan sepengetahuan saya si gedung berkubah itu ya Boscha eh ternyata salah. Ayo siapa disini yang kenal Bosscha dari Petualangan Sherina? Hahaha, ketauan banget deh jamannya sama. Akhirnya cita-cita masa kecil saya kesampaian bahkan sambil bawa si bocah. Yippie!

Lembang hari itu padat banget terutama ke beberapa tempat wisata seperti Dusun Bambu, Floating Market dan yang paling gress yaitu Farm House. Nah, Boscha ini letaknya ga jauh dari Farm House tapi ternyata ga begitu ramai! Banyak yang nanya di ig dan path cara masuknya bagaimana? Jadi kakak ipar saya sudah telepon dari jauh hari untuk tanya jam bukanya, dan hari sabtu itu dia buka, tapi minggu atau seninnya gitu sudah tutup kembali karena ada penelitian. Jadilah kami sabtu ke sana jam 9 pagi.

Bayar tiketnya ga mahal kok, satu orang sekitar 20 ribu. Tapi yang perlu diperhatikan antara lain:
1.     Jam berkunjung harus sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
2.     Pastikan telepon dulu sebelum ke Boscha untuk cek jadwal buka.
3.     Kapasitas orang per sesi biasanya dibatasi dan per hari maksimal 200 orang pengunjung saja.
4.     Ga bisa pakai bis kesana karena jalanannya kecil.
5.     Posisinya cukup diatas jadi dingin, bawa jaket bila perlu.


Bosscha itu peninggalan orang Belanda loh, beliau bahkan bukan seorang astronom atau peneliti tapi pemilik perkebunan yang tajir. Beliau yang mendanai pembangunan Bosscha termasuk teleskop segede alaihim gambreng itu! (ada yang tau alaihim gambreng segede apaan sih? Hehe..) Sayangnya Pak Bosscha malah belum pernah lihat jadinya Gedung Kupel seperti apa karena beliau terlebih dahulu tutup usia, kasihan ya.

Eh saya kok jadi pinter? Hehe, ini semua karena penjelasan Mas Andre yang menarik banget selama di Gedung Kupel itu. Kami dikasih lihat kubahnya bisa berputar bahkan lantainya bisa naik dan itu semua masih pakai tehnologi 100 tahun yang lalu! Canggih banget ya!

Tapi sayangnya area Lembang sudah semakin ramai padahal untuk memantau bintang dan planet butuh kegelapan di seluruh area Lembang. Sekarang sedang dibangun teleskop yang sama besarnya tapi di Kupang, NTT biar ga ramai yang datang kesana dan bebas dari polusi cahaya. Ngomong-ngomong letak negara kita yang strategis ini bikin banyak peneliti datang ke Bosscha untuk mengamati bintang dan planet loh.

Setelah dari Gedung Kupel kami dibawa ke ruang multimedia yang mirip bioskop gitu tapi gedungnya dari bangunan Belanda lama. Disitu kami dijelaskan tentang bintang dan planet, wah saya jadi ngerti istilah 4 tahun cahaya nih dan ternyata bumi mah kecil banget dibanding planet bahkan bintang lain yang ada di angkasa. Sungguh ya kuasa Allah besar banget, saya nontonnya sampai menganga saking takjubnya! Disitu kami juga jadi tahu bahwa ada rumah teleskop lainnya yang terpencar di kawasan Bosscha. Tapi sayangnya tidak bisa kami lihat satu persatu, jadi cuma lihat di foto aja.
Di dalam ruang multimedia

Berwisata ke Bosscha mungkin belum pas ya untuk anak seumur Sya, karena dia malah ketiduran pas di ruang multimedia, hehe. Tapi untuk para keponakan yang sudah SD-SMA ini menarik banget, termasuk saya juga, nambah ilmu banyak banget dan cita-cita jaman kecil tercapai!










No comments:

Post a Comment