Thursday, 4 May 2017

PAGI ITU BERSAMA MAMAK MEIRA



Akhirnya saya merasakan musibah yang kebanyakan blogger pernah rasakan yakni file fotonya ilang! Jadi maafkan fotonya cuma satu ini yang terselamatkan, hiks!

Kalau kita ingin memperbaiki diri sendiri pasti akan ada jalan yang Tuhan berikan tanpa kita sadari. Itu yang saya rasakan, setelah tahun lalu saya diundang acara Halo Ibu lewat giveaway ke acara self love, yang mana saya biasanya ga pernah menang undian apapun eh kok ini malah kepilih. 



Termasuk saat saya ikutan daftar #MamakMeiraMeetUp ga berharap apapun bahkan sampai saya tulis di emailnya kalau tidak terpilih, tolong dibagikan ilmu olahraga dan nutrisi makanan di ig-nya Mamak Meira ya, dan syukurlah saya terpilih jadi salah satu pesertanya dan dapat banyak ilmu berharga!



Btw, siapa sih Mamak Meira?

Meira Anastasia atau dikenal dengan Mamak Meira adalah seorang ibu dari dua orang anak yang suka menulis dan olahraga di rumah, selain itu ia istri dari Ernest Prakasa seorang komika. Saya kenal dari Instagram karena mencari inspirasi olahraga di rumah. Mamak Meira biasa ngepost rutinitas olahraganya dan saya kagum dengan konsistensinya. Jujur ya, saya suka olahraga di rumah tapi seringnya semangat cuma seminggu istirahatnya dua minggu, makanya badannya gini-gini aja dan tetap sering sakit, duh!

Pagi itu saya menuju Kwitang dengan menyetir sendirian sambil baca peta di aplikasi Google Maps karena ga familiar dengan daerahnya. Jarang-jarang nih saya mau nyetir sampai sejauh itu, tapi karena rasa ingin tahu yang besar akan ilmu olahraga dan nutrisi serta ketemu Mamak Meira saya terjang jalanan ibukota yang cenderung sepi karena long weekend.

Ternyata yang semangat ga cuma saya aja karena begitu saya sampai eh pesertanya udah pada kumpul padahal acara baru dimulai 30 menit lagi! Akhirnya sempet dibuka sesi ngobrol-ngobrol dengan Coach Carlo sambil nunggu peserta lainnya.

Awalnya Coach Carlo bilang sebenarnya manusia ga perlu olahraga loh, buktinya orang jaman dulu ga olahraga bisa hidup sehat dan panjang umur, wah kok bisa gitu? Ternyata pola hidup orang jaman sekarang yang minim gerak bikin kita gampang sakit dan perlu olahraga. Padahal kalau sehari bisa jalan 10,000 langkah saja sudah cukup membuat badan sehat seperti orang Jepang atau orang di negara yang doya jalan lainnya. Tapi di Jakarta mau jalan dimana? Trotoar aja suka dipakai motor lewat, hiks sedih ya. :(

Dari Coach Carlo saya jadi tahu kalau olahraga itu kapanpun ga masalah, kadang kita (saya sih terutama) suka males kalao olahraga kemalaman, ternyata ga masalah tuh asal pemanasan dan pendinginannya jangan lupa.

Sebelum mulai olahraga Coach Carlo bilang kita harus punya target jangka panjang dan jangka pendek, alasan kenapa kita harus olahraga itu harus jelas. Nantinya target itu yang akan meluruskan niat kita bila sudah mulai malas olahraga, dan target itu yang menentukan berapa lama kita olahraga dalam seminggu. Nah pantes saya suka on-off olahraganya karena ga ada target jangka panjang nih, niatnya cuma pengen kurus aja tanpa ada target yang spesifik. Nah target ingin kurus juga ga bagus kata Coach Carlo karena angka timbangan jangan dijadikan acuan tapi yang harus dipangkas itu beratnya lemak. Jadi kalau nimbang cari yang alatnya canggihan dikit kayak di Guardian atau rumah sakit yang bisa mengukur presentase lemak dalam tubuh kita, kalau sudah ketemu angka lemak tubuh nah itu yang harus dihilangkan.

Setelah berbincang sedikit kami mulai pemanasan lalu diajarkan system Tabata. Cuma 4 menit tapi bikin ngos-ngosan banget!

Sesi berikutnya penjelasan tentang nutrisi dan diet dari owner Dapur Fit, Joe. Banyak yang salah paham dengan diet, ah lagi diet nih berarti lagi ngurusin badan. Padahal diet itu cara makan, atau gaya hidup. Jadi kalau makannya junkfood ya dietnya bernama diet junk food dan seterusnya. Joe ngajarin banyak hal tentang diet-diet yang ada dari jaman dulu sampai sekarang, ternyata setiap tahun tren diet berubah terus loh! Pantesan saya suka bingung, belum selesai Diet Mayo ada Diet GM eh terus ada Diet Keto. Mana yang paling untuk tubuh?

Kalau menurut Joe yang paling baik adalah fat loss yakni menuruni berat lemak dalam tubuh kita, karena terlalu banyak lemak dampaknya buruk bagi kesehatan. Caranya dengan apa? Dengan konsumsi makanan senatural mungkin, porsinya cukup, tidur cukup dan olahraga teratur.

Kalau makanannya natural dan porsinya cukup kita ga akan kekurangan nutrisi tubuh dan pastinya kenyang lebih lama ketimbang makan yang porsi kecil tapi ga natural dan kalorinya banyak misalnya cake atau pizza, dll. Jadi makanan sehari-hari seperti nasi, sayur bayam dan tempe itu jauh lebih baik ketimbang sepotong cheese cake. Tinggal kemudian diatur porsi nasinya 100 gram saja misalkan, diperbanyak sayur bayam dan lauk tempe atau tahunya.

Kurang tidur juga menimbulkan efek cepat lapar dan stress berlebih pada tubuh serta proses pembakaran kalori belum tuntas. Ada baiknya tubuh beristirahat minimal 6-7 jam semalam. Duh kalau ibu-ibu punya bayi itu susah banget ya tidur nyenyak di malam hari, setuju ga ibu-ibu? Ternyata tidurnya bisa diganti dengan tidur siang yang cukup.

Setelah penjelasan Joe yang panjang dan menarik banget, Coach Carlo ambil alih dengan ngajarin exercise yang benar seperti squat, plank, lunges, jumping jack. Wah ternyata selama ini gerakan saya salah, pantesan kok ga ada perubahan yang berarti, hahaha. Begitu dijarin sama Coach Carlo 30 menit doang, kaki sudah bergetar, turun tangga dan nyetir pulang sambil nyebut-nyebut. Dan keesokan harinya badan saya pegal-pegal nikmat semua! Hehe..

Acara ditutup dengan pendinginan dan kejutan untuk Mamak Meira yang hari itu genap berusia 34 tahun! Selamat ya Mamak Meira dan terima kasih ‘traktiran’nya yakni #MamakMeiraMeetUp. Kelar olahraga, makan cake ulang tahunnya Mamak Meira deh sambil nyicipin overnight oat dan Burger juara dari Dapur Fit.

A morning well spent! :)










No comments:

Post a Comment