Thursday, 5 October 2017

4 TIPS MEMBESARKAN ANAK BILINGUAL

Dua Bahasa? No worries. :)


Akhir-akhir ini kesannya keren gitu kalau anaknya bisa ngomong berbagai Bahasa. Ga sedikit orangtua yang dari anaknya lahir sudah mengajarkan beragam bahasa mulai dari bahasa daerah, bahasa asing sampai bahasa kalbu, eeeaa. Sejujurnya saya dan suami tidak berencana menjadikan Sya salah satu anak bilingual, dengan kata lain secara tidak sengaja Sya jadi anak bilingual. Kok bisa?


Pertama, akibat youtube dan serial kartun kesukaannya yang kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris seperti Peppa Pig, Sofia The First atau My Little Pony. Kedua, pertemanan terutama dengan sahabatnya, Kheista, yang sedari awal sudah cas cis cus ngomong Inggris sehingga memotivasi Sya untuk bisa berbahasa Inggris juga. Ketiga, lingkungan, beberapa kali saat kami ajak jalan-jalan Sya nampak kesusahan mau ngajak anak lain main seperti di ruang tunggu bandara, mungkin dia gemes ya, jadi pelan-pelan mulai belajar sendiri Bahasa Inggris.

Awalnya sempat bingung, diajarin apa ga ya? Soalnya kami ada ketakutan nanti pola berpikir anak jadi bingung antara dua bahasa. Tapi mungkin ini juga salah satu kecerdasan Sya, yakni bahasa. Jadi kami gunakan sistem follow the children, kalau dia memang suka berdwibahasa kenapa tidak.

Read More:

Akhirnya setelah pertimbangan matang-matang dan didukung beberapa artikel salah satunya ini  kamipun turun tangan mengajari Sya lewat beberapa metode, yakni:
  1.           Perbincangan sehari-hari. Ada waktu khusus kami berbahasa Inggris misalnya saat pergi makan bertiga saja, atau ngobrol sebelum tidur. Nantinya anak akan lebih sering bertanya kata ini Bahasa inggrisnya apa, kata itu artinya apa, dst. Jadi kami gunakan bahasa yang sederhana aja, yang penting ngerti. Toh ibunya juga ga jago-jago amat ngomong bule, hehe,
  2.       Otomatis membenarkan. Kadang anak mengoceh kata-kata baru atau menyanyikan lagu baru yang Bahasa Inggrisnya amburadul, kami langsung benarkan saat itu juga seperti cara pengucapan dan artinya. Sejauh ini, masih lagu anak-anak yang dinyanyikan Sya, jadi aman.
  3.       Sesuaikan mood anak. Saat anak berbahasa Inggris kita juga berbahasa Inggris, saat anak Bahasa Indonesia ya dijawab Bahasa Indonesia. Sebagai bentuk dukungan kita kepada kemauan anak.
  4.       Tidak mengejek. Ejekan kadang datang dari orang sekitar yang tidak terbiasa dengan dua bahasa atau lebih, tapi jangan sampai itu datang dari kita, orangtuanya ya. Terus dukung anak, kalau anak salah pengucapan atau tata bahasa jangan ditertawakan atau diejek tapi bantu dna terus semangati.


Lalu bagaimana dengan sekolah? Untuk sekolah, saat ini kami sepakat memilih sekolah berbahasa Indonesia dengan basis agama Islam. Karena Bahasa Inggris dijadikan Bahasa pergaulan aja, kayak di daerah kan ada Bahasa daerah masing-masing yang digunakan sehari-hari kalau sekolah ya pakai Bahasa Indonesia. 

Paling sekarang tantangannya suka kebalik-balik aja nih penyusunan katanya atau misalkan Sya lebih paham warna brown daripada cokelat atau kadang bahasanya dicampur. Tapi kami perhatikan sih masih tahap wajar, untuk pembelajaran angka dan huruf kami gunakan Bahasa Indonesia.

Teman-teman punya pengalaman dengan anak bilingual atau dibesarkan dengan sistem bilingual? Atau masih bingung anak sebaiknya bilingual atau tidak?  Yuk berbagi cerita di kolom komentar. :)

2 comments:

  1. benar banget kak, apalagi dalam membesarkan anak memang harus berhati-hati sekali karena apa yang kita lakukan sering kali anak menirunya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget, mau anak soleh ya kitanya yang soleh dulu, mau anak baik hati ya kitanya yang baik hati dulu. Jadi yang belamra banyak orangtuanya ya.. hehe..

      Delete