Monday, 6 November 2017

3 LANGKAH BENTUK KARAKTER ANAK



Saya masih suka bingung, kira-kira bagaimana caranya membentuk karakter anak agar jadi mandiri, bertanggung jawab, dll. Terutama di era milenial biar ga terjerumus hal-hal yang nyemeremin, dengernya aja bikin usap-usap dada dan ketuk-ketuk meja biar amit-amit ga kejadian di anak kita, ya kan? Inilah yang menjadi alasan saya ikutan kelas #ortubelajar dari TigaGenerasi. Bagi teman-teman yang ga sempat datang, saya akan berbagi ilmu membentuk karakter anak di sini ya.



Namanya juga anak bukan barang yang bisa beli di toko, begitu lahir ya ga ada intruksi penggunaan atau manual book kan. Jadi wajar saja kalau orangtua bingung, harus bagaimana saya mendidik anak saya ini? Pas banget, saya lagi bingung eh Tiga Generasi mengadakan kelas #ortubelajar tentang Membentuk Karakter Anak Sejak Dini, Raising Champion Children.





Mbak Vera Itabilina, S.Psi., yang sudah 20 tahun pengalaman jadi psikolog dan juga berpraktik di sekolah mengajak kita berpikir kenapa ingin punya anak? Nah muka peserta termasuk saya sempat bingung. Ada yang bilang ingin punya keturunan untuk mengurus mereka kalau sudah tua, kalau saya jawabnya rejeki atau titipan (karena Sya ga direncakanan sedangkan adiknya ditunggu-tunggu).



Lalu pertanyaan kedua dalam 20 tahun ke depan ingin anak kita seperti apa? Nah loh, jawaban saya masih secara garis besar aja: ingin anak saya jadi soleh dan solehan serta ilmu yang dipelajarinya bermanfaat untuk orang banyak. Umum banget kan? Untung jawabannya ga diperiksa! (dikira ulangaannnn kaliiii? Hahaha. )

Lalu Mbak Vera tanya, sudah tahu belum caranya anak bisa jadi sesuai dengan tujuan yang kita harapkan? Ini dia 3 langkah bentuk karakter anak

1. Kenali Anak
Kita sebagai orangtua pastilah merasa tahu sekali anak kita seperti apa, tapi itu belum tentu anak merasa dipahami oleh orangtua. Lalu bagaimana cara mengenali bagaimana anak kita yang sesungguhnya?
-       Ketahui tahapan perkembangan anak, apakah ia anak yang lambat atau cepat atau normal saja mengikuti tahap perkembangan. Kalau saya biasanya mengacu pada chart di website Rumah Inspirasi ini untuk tahu perkembangan anak.
-       Bagaimana temperamen anak apakah termasuk yang cepat beradaptasi, pemalu atau panasnya belakangan. Orangtua bisa observasi hal ini pada anak bila diajak ke suatu tempat baru.
-       Sudah tahu gaya belajar anak apakah auditori, kinestetik atau visual?
-       Bakat dan minat caranya kita observasi apa sih hal yang suka banget anak lakukan tanpa capek.Bakat dan minat juga bisa berubah, jadi jangan bingung kalau kesukaannya berubah ya Bun.



2.  Pola Pengasuhan
Ada 4 pola pengasuhan pada umumnya yakni otoriter, permisif, mengabaikan dan demokratis. Idealnya sih pola pengasuhan kita demokratis ya. Tapi ternyata boleh kok sesekali otoriter misalkan mengenai jam makan, ibadah, mandi dan tidur. Permisif juga dibolehkan misalkan saat anak mencoba hal baru, kita biarkan dia mengeksplorasi sebebasnya jangan larang meskipun baju kotor dan jatuh-jatuh kecil sih udah deh pasrah, hehe. Pola pengasuhan yang paling ga banget (dan semoga ga ada orangtua kayak gitu) adalah mengabaikan.




3. The Essentials
Begitu kita sudah mengenali anak dan mencocokan dengan pola pengasuhan. Ibaratnya sudah punya kunci yang pas kalau anak lagi begini begitu, baru deh bisa kita bentuk karakter anak. Nah sebelum kita bentuk yang beraneka ragam, ada 5 hal mendasar yang perlu dimiliki supaya anak berkarakter baik ke depannya, yakni:
-       Kemandirian
-       Tahu konsekuensi.
-       Bisa memilih.
-       Etika: menatap mata lawan bicara, 3 kata penting (tolong, maaf, terima kasih)
-       Good emotion handling.




Bagaimana parents, siap mencoba bentuk karakter anak? Atau punya tips lainnya agar anak kita jadi pribadi baik di kemudian hari? Yuk tulis di kolom komentar, mari kita belajar berasama.


No comments:

Post a Comment