Wednesday, 15 November 2017

GATAL MENYERANG, KEHAMILAN KEDUA TRIMESTER DUA




Meninggalkan trimester pertama dengan masih ada sisa-sisa tepar tapi bahagia setelah tahu jenis kelamin si adik yang katanya cowo! Alhamdulillah.

Iya di week 14 jenis kelamin si adik sudah ketahuan. Tapi ternyata perjuangan saya masih belum berhenti di situ, tiba-tiba ada rasa gatal di kaki. Lalu menjalar ke tangan. Semakin malam gatal semakin menjadi, lama-lama ke dada, perut, paha, punggung sampai kepala! Jadinya seluruh badan saya gatal-gatal!

Read More: Berserah Diri, Kehamilan Kedua Trimester Pertama

Tidur pun terganggu sekali. Hampir setiap malam saya kesulitan tidur. Padahal badan lelah, menguap sudah berkali-kali, tapi setiap mata tertutup ada gatal yang menyerang di kaki, tangan, dan dimana-mana. Ya Allah, begini amat rasanya. Puncaknya belakang kepala saya bengkak, sakit sekali bila mendengak atau ditidurkan.

Akhirnya saya cari pertolongan ke dokter kandungan, jawabannya ini hormonal dari bayi. Saya diberi obat salep, apolar, tapi tidak berpengaruh. Esoknya saya coba ke akupuntur untuk menaikan stamina dan supaya bisa tidur, tapi sensei yang biasa menangani saya menolak. “Ini hormon kehamilan, memang ketika hamil hormon tidak seimbang ya diterima saja,” ujarnya begitu saya cerita perihal gatal-gatal di tubuh ini.

Kakak ipar saya yang juga dokter, jadi ga tega. Ia coba menghubungi dokter spesialis akupuntur di Rumah Sakit Pusat Pertamina yang jadi langganannya, dan alhamdulillah dokter itu menerima saya. Saya pun diterapi akupuntur seminggu dua kali, di titik-titik aman agar bisa tidur dan mengurangi pembengkakan kelenjar getah bening di kepala.

Akupuntur di RSPP


Alhamdulillah setelah terapi 1 kali, bengkak di kepala berkurang. Terapi ke-4 saya sudah bisa nyenyak tidur. Dokter Ira juga menyarankan saya ganti sabun mandi dengan Isohex. Begitu saya coba rasanya kayak dicubit kecil-kecil di bagian yang gatal. Tapi cepat membuat luka bekas gatal jadi kering.

Sembari akupuntur, saya juga berkunjung ke dokter kulit. Jawaban ini karena hormon kembali saya dengar. Dokter Tia dari RSPP memberikan salep racikan yang dioleskan setiap habis mandi di bagian gatal. Mengingat seluruh tubuh saya gatal semua jadi si salep cepat habis. Selain itu saya juga disarankan hindari makanan yang membuat alergi seperti makanan laut, susu dan produk turunannnya dan telur.

Saya beralih jadi pemakan buah-buahan dan sayuran, untuk cemilan saya kepincut dengan granola serta muesli. Sesekali kacang-kacangan juga saya makan. Tapi berat badan saya stabil disituuuu aja, akhirnya saya kembali makan susu dan protein, dengan jumlah yang terbatas.

Setelah 1 bulan lebih saya ga berani kemana-mana karena takut berkeringat dan takut gatal-gatal. Akhirnya di penghujung trimester kedua saya mulai bisa beraktivitas seperti datang ke acara-acara atau menimba ilmu. Hasilnya blog saya ada isinya deh, hehe.

Read More:
No Gadget No Worries
Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017
Review Headphone Khusus Anak

Perjuangan masih ada trimester akhir, mohon doanya ya supaya saya dan si adik A sehat selalu. Amin.


No comments:

Post a Comment