Monday, 4 December 2017

DAFTAR BELANJA KEPERLUAN BAYI DAN TIPS HEMAT (FREE DOWNLOAD)






Tempo hari saat ke IMBEX 2017 saya bertemu sesama ibu hamil yang belum punya daftar belanja. Jadi teringat kalau saya sendiri beberapa bulan yang lalu sempat dipusingkan dengan daftar belanja ini. Mungkin karena jarak dengan anak pertama yang cukup jauh, sehingga sebagian besar barang-barang bayinya sudah tidak ada lagi. Maka saya bertanya ke teman-teman terdekat apa saja contekan daftar belanja mereka.

Read More: 

IMBEX 2017: APA YANG HARUS DIBELI?



Jawabannya tentu saja berbagai macam, tapi secara garis besar sudah saya rangkum di Mom & Baby Checklist by Niken. Saya hanya merangkum yang penting-penting saja ya Moms, dan tidak mencantumkan merek kecuali untuk obat-obatan karena belum tahu merek penggantinya (kalau teman-teman ada yang punya alternatif, yuk komen di kolom komentar).




Bagi saya, ini hanya acuan, kembali lagi sesuai kebutuhan ibu dan bayinya yang setiap keluarga pasti berbeda-beda. Azas utama yang dipakai saat belanja keperluan bayi adalah KEBUTUHAN dan KECOCOKAN. Ada beberapa daftar yang saya beri tulisan “pilihan” artinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau merek favorit sih banyak ya, tapi kembali lagi ke bayinya, kadang pakai merek terkenal dan mahal belum tentu si bayi suka contohnya popok sekali pakai, botol susu, gendongan, stroller, dll. Jadi tetap butuh percobaan terus menerus. Anak pertama dan kedua serta ketiga juga bisa berbeda kesukaannya. Ya pada dasarnya kan memang mereka pribadi yang berbeda ya, jadi ga bisa dipaksakan harus pakai cara atau barang yang sama. Tapi syukurlah kalau mereka bisa pakai barang lungsuran dari kakaknya atau saudaranya, lumayan banyak penghematan tuh! :)

UNDUH MOM & BABY CHECKLIST


Kalau anaknya banyak jadi boros dong pengeluaran beli barangnya? Eits, semua bisa diakalin kok. Kalau ini tips hemat ala saya ya:

            1. Hemat di pakaian
-  Belilah baju untuk usia bayi 3 bulan ke atas karena bayi baru lahir cepat sekali berkembangnya. Kalau beli yang ukuran newborn tidak jauh berbeda dengan ukuran 3 bulan dan masa pakainya lebih pendek nanti.
-     Pilih baju berbentuk romper atau sleepsuit yang modelnya terusan. Selain memudahkan penyucian juga bisa dipakai agak lama apalagi kalau bagian kakinya terbuka.
-     Jangan beli banyak sekaligus karena bayi cepat besarnya. Pilih juga yang menggunakan kancing atau risleting mengingat kepala bayi belum kuat jadi susah kalau dipakaikan yang model kaos.
-       Untuk topi, sarung tangan, dan selimut bolehlah pakai lungsuran kakaknya bila ada, karena dipakainya cuma sebentar (kecuali selimut) dan umumnya bayi pasti cocok saja dengan bahan apapun.

2. Hemat di Popok
-       Karena saya tipe ibu yang mau praktis jadi saya gunakan popok sekali pakai untuk masa awal kelahiran karena menghemat tenaga ibu untuk menyucinya (contoh popok kain). Sehabis lahiran itu masih ada pergolakan hormon, masa nifas, dan pemulihan sehabis melahirkan, jadi diambil praktisnya saja Moms.
-       Setelah masa adaptasi (dengan segala drama bergadangnya dan gejolak hormon) baru deh saya pakai clodi (Cloth Diaper) minimal saya stok 6 Clodi untuk pemakaian sampai besar, kalau malam masih pakai pospak, lagi-lagi biar praktis.

3.  Hemat di ASIP
-       Gunakan botol kaca bekas UC1000 juga bisa.
-       Untuk freezer bisa sewa bila perlu atau ganti kulkas dengan 2 pintu sehingga bisa dipakai bahkan setelah masa stok ASIP lewat.
-       Pilih sterilizer yang bisa jadi penghangat susu juga jadi hemat kan.
-       Pompa ASI ini sifatnya “cocok-cocokan”, Moms bisa sewa dulu kalau belum menemukan yang sreg di hati.

4.   Hemat di Tidur, Makan & Minum, Traveling.
-       Perihal kasur bayi ini juga “cocok-cocokan” ya. Awalnya Sya saya taruh di kasur bayi tapi lama-lama tidur bareng saya, eh anaknya ketagihan sampai akhirnya saya dan suami yang ‘dijajah’ Sya setiap malam. Awalnya sih baik-baik saja, lama-lama kualitas tidur kami jadi terganggu, kadang bangun tidur malah pegal karena posisi tidur jadi mepet dinding lah atau rawan jatuh jadi terbangun terus, duh!  Ga mau mengulangi penjajahan lagi, adek A akan kami biasakan di kasur sendiri.
-       “Cocok-cocokan” juga terjadi dalam pemilihan gendongan, stroller, carseat, alat makan, dan alat masak makanan MPASI/MPASU. Disinilah kesabaran moms dan dads diperlukan, biar hemat bisa sewa dulu kok. Ada banyak tempat penyewaan produk bayi. Atau bisa juga beli brang bekas berkualitas.
-       Tas popok sih menurut saya ga perlu-perlu banget, saya bisa pakai tas apa saja dengan menggunakan kantung terpisah-pisah karena umumnya yang dibawa dalam tas popok itu untuk saya ga banyak: pospak, baju ganti, p3k (minyak penghangat, gel untuk memar, plester), tisu basah, tisu, snacks (kalau anak sudah makan), tutup menyusui (kalau anak masih asi).

5. Teman dan keluarga yang baik hati.
           Kalau di luar negeri tradisinya setiap mau menikah atau mau melahirkan, kita boleh kasih wish list hadiah ke teman-teman atau saudara, nanti mereka bisa pilih hadiah apa yang mau diberikan. Nah kalau disini pasti sungkan kan, satu sisi malu mau minta disisi lain gengsi dong memang ga bisa memenuhi kebutuhan anak? Teman dan keluarga sejati nan baik hati pasti tanpa sungkan menanyakan keperluan si kecil. Ya jujur saja moms, keperluannya kan ga sedikit (ingat setelah lahiran ada biaya visit dokter anak, vaksin, kesehatan dan mulai menabung untuk pendidikan) atau kadang kita ga sempat beli, jadi kalau saya sih menjawabnya dengan jujur. Hehe.., untung teman-teman saya baik hati dan transparan jadi bisa dengan gamblang jawab kalau ditanya “mau kado apa?”

Semoga daftar belanja dan tips dari saya berguna ya. Monggo di share sebanyak-banyaknya. :)




No comments:

Post a Comment