Sunday, 17 December 2017

WAXING SAAT HAMIL, AMANKAH?






Jadi pertanyaan besar saya sebelum akhirnya memutuskan okeh deh yuk kita waxing. Iya waxing yang di bawah situ, di lahir si calon adek. Sejujurnya ya saya ga berani sama si waxing di area itu, denger-denger kok sakit bangit. Tapi kayaknya sekarang, saya butuh deh secara udah ketutupan perut, semua perawatan yang berhubungan di bawah perut perlu dibantu orang.


Hamil saya termasuk besar, banyak orang kira udah 8 bulan atau 9 bulan padahal baru juga 7 bulan, namanya kalau ga salah hamil kebo! Who’s with me? Hehe.. Yah karena kebesaran perut dan mungkin bayinya juga besar, saya sering sakit di area lahir si calon adek. Belum sempat cek urin sih (ada kemungkinan infeksi kandung kemih), tapi kayaknya dengan menghilangkan bulu-bulu di situ setidaknya mengurangi bakteri dan kelembabbannya (IMO).

Read More: 


Akhirnya saya coba waxing di Honeypot Gandaria City, alasannya sederhana karena saya sering ke Gancit dan penasaran pengen nyobain waxing di tempat yang decorasinya cantik banget! iya emak-emak mah se-gak make sense itu dalam menentukan pilihan, ahaha

Begitu masuk, pegawainya ramah banget, saya tanya-tanya dulu dong sepuasnya dan ditanggapi dengan baik hati tanpa muka menghakimi. Terus jadinya saya baru tahu jenis waxing area kewanitaan itu ada berbagai macam, ada yang habis semua, ada yang pinggiran luar doang (bikini line), ada yang atasnya aja ada yang bawahnya aja. Nah loh! Bingung kan, mana saya baru pertama kali. Dengan memahami kecengoan saya (yang terpancar jelas di muka) pegawai Honeypot menyarankan ambil yang Butterfly alias bersih di bagian bawah karena untuk bantu kurangi kelembaban dan nantinya jelang lahiran akan tumbuhnya berupa bulu halus.

Oke saya bersedia! Tapi…, ga sekarang ya Mbak. Hati ini masih bergetar membayangkan cerita si ini dan si itu yang waxing sampai nangis. Hati mamak jadi keder! Hahaha.. Iya beneran loh, hari itu keberanian saya hanya sampai masuk ke tokonya dan bertanya. :D

Akhirnyaaa.., setelah semedi dan mengukuhkan tekad, minggu depannya saya balik lagi dan langsung siap di eksekusi! Merasa udah berani padahal sebenarnya yah masih cemen, buktinya saya sempat salah pasang jam perjanjian, saya kira udah mau jam 3 sore ternyata baru jam 2! Haha, ketahuan deh kalau gugup!

Lagi-lagi pegawai Honeypot memaklumi ketegangan saya, dengan baik hati si Mbak Hani mempersilahkan saya masuk dan ganti baju. Saya bingung lagi deh, ini baju dibuka semua apa bawahnya doang lalu kembennya saya pakai jadi sarung ya? Hahaha, iya segugup itu sampai bingung sendiri.



Akhirnya pasrah deh, kebetulan saya pakai gamis, jadi si kemben ga saya pakai. Mbak Hani lalu masuk ke ruangan, saya diminta tiduran. Posisi tiduran disesuaikan dengan kenyaman saya. Celupan pertama stik kayu ke waxing yang berwarna pink dimulai, saya cuma bisa hembuskan napas panjang. “Hhhh,, okeh ini dia saatnya ken, tenang dan tarik napas panjang.

Ternyata kehangatan waxing bikin saya rileks, enak juga dikasih hangat-hangat di bawah situ, hehe. Okeh sekarang saatnya dicabut, terdengar bunyi “tak, tak, tak” dari hasil kontak tangan (Mbak Hani pakai sarung tangan dari karet) dengan waxing yang mengering. Kok ga sakit ya? Pikir saya. Eh ternyata itu baru tes aja waxingnya udah siap dicabut atau belum. Sebelum dicabut Mbah Hani bilang dulu ke saya, oh ini dia yang ditunggu-tunggu. SPLASH! Sekali cabutan dan saya pun kaget! Rasanya kayak dicubit aja gitu, menyengat dikit, terus langsung reda karena dikasih semacam pendingin (mungkin alkohol atau antiseptik gitu ya). Jadi sakitnya langsung reda. Hhhh,, lega


Perjuangan belum selesai. Ternyata yang tadi di waxing baru bagian bawah banget. Begitu naik ke atas rasanya lebih maknyus! Tapi cuma sedetik kok sakitnya, lalu langsung reda dengan kompresan antiseptik tadi. Jadi kontraksi ga? Ga kok ternyata, sakitnya ga sesakit itu dan ga ada reaksi apapun dari si bayi selama proses waxing.

Operasi ‘pembersihan lahan’ hanya berjalan 15 menitan.  Setelahnya saya sudah bisa langsung pakai celana. Kata Mbak Hani sih: "jangan pakai air hangat dulu ya Bu, dan jangan dicuci pakai sabun pembersih kewanitaan, kalau gatal atau nyut-nyutan bisa dikompres es batu atau air dingin juga cukup. Setelah di waxing bulu yang tumbuh akan lebih halus biasanya setelah sebulan baru tumbuh lagi, kalau mau lahiran bisa juga diwaxing lagi." Oke Mbak, noted!

Seharian itu sih rasanya lebih ringan aja ya, ga ada lagi yang lembab, lalu cenat-cenut juga ga. Saya masih bisa jalan-jalan keliling mall nganter si bocah makan ini-itu lalu pulang dan sampai rumah tanpa ada drama nyeri atau kontraksi. Jadi menurut saya waxing untuk ibu hamil itu AMAN selama kondisi kehamilannya kuat dan ga berbahaya untuk janin ya. Ada tersemat rasa bangga juga sama diri sendiri berhasil melewati ketakutan saya sendiri. Bangganya si receh but everything small step is a milestone kan. ;) 

Read More:






No comments:

Post a Comment