Saturday, 31 March 2018

WASPADA GLAUKOMA PADA SI KECIL


Pernah terbayang ga, sulit baca tulisan ini karena penglihatan menyempit, seperti mengintip di lubang kunci?

Itulah yang dirasakan Alfian, salah satu penderita Glaukoma sedari kecil. Berawal dari infeksi mata di usia 3 bulan, lalu pemakaian obat mengandung steroid lama-lama mata Alfian terkena glaukoma. Bisakah teman-teman bayangkan kalau itu terjadi sama anak kita? Pasti sebagai orangtua, kita ingin anak bebas melihat dunia tanpa terbatas penglihatan yang terganggu salah satunya oleh glaukoma.



MC, Alfian (Penderita Glaukoma) dan dr. Rini Sulastiwaty, SpM


Nah, ini makanya saya tertarik banget pas diundang Jakarta Eye Center ke seminar Glaukoma dalam rangka World Glaucoma Week (11-17 Maret 2018). Banyak yang awam alias ga tau apa sih itu Glaukoma (termasuk saya awalnya) padahal ini adalah penyebab kebutaan nomor 2 di dunia dan di Indonesia, lho. Daaannn ga cuma usia lanjut saja yang bisa kena tapiii dari kecil pun bisa kena seperti Alfian tadi. Saya pun penasaran dan melaju ke JEC Kedoya membawa Sya. supaya dia juga belajar menjaga kesehatan matanya sedari kecil.

Pengetahuan saya seketika bertambah banyak saat dr. Rini Sulastiwaty, SpM menjelaskan bahwa glaukoma terjadinya secara perlahan tanpa kita sadari, lama-lama penglihatan jadi menyempit seperti melihat dari lubang kunci. Glaukoma ini terjadi karena kerusakan saraf mata akibat peningkatan tekanan pada bola mata. Sifat kerusakan ini permanen dan berujung pada kebutaan, yaampun seserius itu ternyata si glaukoma ini.

Ada berbagai macam tipe glaukoma yang perlu kita ketahui:
  • Glaukoma Primer Sudut Terbuka 

Ciri-cirinya penglihatan kita lama-lama berkurang tanpa kita sadari seperti melihat dengan teropong. Terjadi pada kedua bola mata sekaligus.
  • Glaukoma Primer Sudut Tertutup

Ciri-cirinya penglihatan tertutup secara mendadak, disertai rasa pusing, nyeri pada mata, buram, mata merah dan menyebabkan mual bahkan bisa sampai muntah-muntah.
  • Glaukoma Kogenital Primer

Nah ini yang harus kita sebagai orangtua waspadai, terutama bila ada keluarga yang mengalami glaukoma turunan, hal ini bisa menurun juga pada anak kita. Biasanya sedari lahir mata bayi terlihat lebih besar (diameter bagian hitam mata lebih besar) seperti melotot tapi berair dan tidak kuat melihat cahaya. Perhatikan juga di bagian hitam mata anak ada garis putih atau tidak. Nah tanda-tanda ini bisa jadi anak terkena glaukoma.

Contoh anak yang terlahir dengan Glaukoma


Kalau ingin lebih pasti lagi bisa langsung cek ke dokter mata atau ke rumah sakit khusus mata seperti Jakarta Eye Center karena peralatannya lengkap banget! Salah satunya cek mata yang saya jalanin ini.

tes mata dengan membca huruf jarak jauh



Sebelum menggunakan alat, penglihatan kita diperiksa dengan tes melihat tulisan dari jarak jauh. Kemudian dilakukan tes pada kedua bola mata kita dengan dipaparkan sinar. Rasanya seperti kena lampu flash saat difoto. Tes ini cepat dan tidak menyakitkan, nanti hasilnya dikirim via email. Dari tes ini akan ketahuan sejauh mana kualitas penglihatan kita, apakah perlu konsultasi ke dokter mata atau tidak.

Bagaimana kalau dideteksi ada glaukoma? Nah meski tidak bisa disembuhkan tapi glaukoma ini bisa dijaga agar tidak meluas dengan cepat. Caranya? Konsultasi segera ke dokter mata, karena saya juga ga tahu, hehe.

Bagaimana dengan glaukoma pada anak atau bayi? Kata dr. Rini sih ciri-cirinya akan terlihat jelas saat bayi lahir (mata besar seperti melotot namun bagian hitam mata lebih besar diameternya disbanding orang dewasa sekalipun), sehingga bisa langsung dirujuk ke dokter spesialis mata untuk mencegah peluasan glaukoma dengan cepat.

Sebenarnya cek mata ini juga bisa dipanggil ke sekolah atau kantor atau grup arisan atau acara kumpul keluarga loh. Jadi tujuannya sih biar kita lebih perhatian dengan kesehatan mata sebelum terlambat. Untuk anak-anak, alat tes tekanan bola mata ini idealnya anak diatas 5 tahun. Tapi kalau anak dibawah itu sudah berani dan bisa duduk diam tidak masalah.

Setelah ikut seminar ini jadi pengen ajak keluarga saya untuk cek mata secara rutin karena penglihatan kita penting dijaga sampai akhir hayat. Setuju?








2 comments:

  1. waaah mkasih mba atas review dan infonya !! gak kebayang banget deh gmn penderita glukoma. huhuhu. OHYA postingan tetang BBW seru banget loh mba hehehe ku juga suka baca buku soalnya jadi pas liat ih seru sekaliii reviewnya. Meskipun hunting buku tetep bs review yaa hehe

    salam kenal - SM
    www.sabrinamaida.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-samaa semoga bermanfaatt.., jadi berapa kali datang ke BBW tahun ini? :D

      Delete