Saturday, 18 August 2018

CANTIKNYA MUSEUM BANK INDONESIA


Mumpung lagi libur kejepit nih, ada referensi wisata bawa si kecil yang menarik. Yakni keliling museum!

Ceritanya saya janji ama Sya kalau adiknya sudah lebih besar, boleh deh jalan-jalan lagi. Berkelana lihat yang bukan mall di Jakarta ini. Janji itu ditagih, dan saya mengiyakan. Jadilah kami jalan-jalan di tanggal ganjil (menjelang Asian Games ada rute ganjil-genap di ruas jalan Jakarta, berlaku setiap hari sampai jam 9 malam, meskipun pada hari Sabtu Minggu). 

Bermodalkan bensin dan bekal, saya melajukan si plat ganjil membelah Jakarta sedari pagi jam 8. Rencananya mau piknik di taman monas, terus naik bis tingkat yang dari depan Balai Kota, turun deh di museum yang kita mau.



Tapi ya, bawa bocah mah harus woleessss.. Rencana buyar, bocahnya ga mau piknik! Okeh ganti rencana, parkir di Perpusnas terus naik bis tingkat depan balai kota.

Sesampainya di Perpusnas, bocah ga mau lama-lama. Bawannya mau ke museum Gajah (lagi). Karena udah beberapa kali, emaknya yang bosen. Akhirnya saya usulkan naik bis ke museum Bank Indonesia. Reaksi Sya: mau, tapi pakai mobil aja.

Okelah kalau begituuuuu. Cusss, si ganjil meluncur ke kota. Parkir di Museum Bank Indonesia (yang cantik banget kusukaaaaa). Lalu menjelajah kota.

Museum Bank Indonesia ini masuknya cuma 5.000, anak dibawah 1 tahun ga bayar. Semua tas dan barang bawaan harus dititipkan. Nantinya diberi tas plastik transparan untuk membawa barang berharga. 



Bangunan Museum Bank Indonesia itu cantik sekaliiiii. Kebayang banget suasana jaman dulu di sana. Lalu lalang para pengusaha Belanda, Portugis, Cina, Jepang memasuki bangunan dengan baju khas negeri mereka. Alat-alat perbankan kuno juga ditampilkan. Segala sempoa masih berkuasa sebelum adanya kalkulator. Duh kalau dibuat setting film jaman dulu keren banget pasti! Di dalam museum Bank Indonesia kita masuk ke lorong waktu gitu tentang perkenalan uang masuk ke Indonesia. 

Mulai dari jaman perdagangan, penjajahan, kemerdekaan, krisis ekonomi, sampai jaman modern sekarang. Materinya untuk anak seumur Sya sih masih terlalu berat ya (menurut ngana anak 4 tahun diceritain sejarah??). Tapi suasananya boleh lah untuk tambah pengetahuan arti uang. Yang lucu di setiap area kan saya pasti jelasin ke Sya, ini tuh apa, kenapa ada barang seperti baju tentara Belanda dan Jepang. Nah sampai ke lorong tentang krisis moneter 1997-1998 dan kerusuhannya ada pajangan motor dan atm terbakar. Saya cerita deh ke Sya apa yang terjadi saat itu, kebetulan saya mengalami sendiri betapa mencekamnya Jakarta kala itu. Papa saya sampai jalan kaki dari Slipi ke Lenteng Agung saking mobil dan kendaraan umum dibakar semua. Saya ingat sekali, merendam kaki beliau dengan beberapa botol air es, dinginnya cuma bertahan sebentar saking kakinya panas sehabis menapaki jalanan Jakarta yang penuh api di mana-mana.

Saya cerita juga, setelah keadaan aman, saya dan adik diajak keliling Jakarta sama Papa. Teringat betul toko-toko yang hangus terbakar, tulisan 'milik pribumi', kabel yang menyatu akibat leleh terbakar, dsb. Saking asyiknya saya cerita sama Sya, baru sadar kalau ada rombongan anak SMA yang turut mendengarkan cerita saya. Awalnya saya bingung, apa mungkin suara saya terlalu besar ya jadi mereka ikut mendengarkan? Tapi setelah dipiki-pikir, kejadian itu kan sudah 20 tahun yang lalu yang artinya mereka belum lahir! Wkwkwkwkw, mendadak sadar usia. :D 


Kami menikmati sekali keliling Museum Bank Indonesia yang sejuk, ga bau debu, dan tertata rapi. Dari lorong sejarah uang berlanjut ke tur ruangan-ruangan yang dipakai jaman dulu. Duh, ini pak suami kalau ikutan pasti seneng, lihat bangunan ala Belanda jaman dulu. Berlanjut ke ruang penyimpanan emas, lalu koleksi uang-uang dari mulai kepingan kecil emas (ingat film arling dharma yang uangnya ditaruh kantung kecil), sampai uang-uang jaman sekarang.




Ditutup dengan sejarah pembangunan kembali Museum Bank Indonesia. Nilai keseluruhan untuk Museum Bank Indonesia menurut saya adalah 8! Suka sekali! Kekuranganya untuk masuk agak susah kalau bawa stroller, tapi petugasnya langsung gerak cepat bantu angkatin stroller. Kalau ditambah musik jaman dulu saat tur ruangan makin cantik lagi. Btw, parkirannya luas dan ada masjid bagus di belakangnya. 



No comments:

Post a Comment