Saturday, 8 June 2019

5 TIPS MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA




Orangtua mana sih yang ga pengen anaknya bahagia? 

Karena itu teman-teman klik tulisan ini untuk tahu tips membuat anak tumbuh bahagia kan?  Sama dong, hehehe.. Kebahagiaan anak kayaknya jadi tujuan utama sejak menyandang status orangtua ya, anything I’ll do it for you deh prinsipnya. Termasuk saya yang waktu itu..


postpartum depression (yang ceritanya belum saya upload2 sampai sekarang, hehe)saya merasa harus berubah karena anak saya udah ga bahagia kalau sama saya. 

Wah ternyata benar banget kata Psikolog Vera Itabiliana, S.Psi saat acara NestlèLACTOGROW  dua pekan lalu, yang pertama untuk membuat anak bahagia adalah Ibunya harus bahagia! Ibaratnya kalau kita mau nuang air ke gelas, maka botol airnya harus ada isinya dulu. Kebahagiaan si Ibu harus terisi dulu baru bisa membesarkan anak dengan cara yang bahagia. 

Jadi saya cari tahu deh apa yang membuat saya bahagia, ternyata makan enak, hiburan receh, bisa berkarya dan dapat ilmu itu yang bikin saya HAPPY.

Setelah kebutuhan si Ibu untuk bahagia terpenuhi apakah otomatis anak juga langsung tumbuh dengan bahagia? Makin bahagia deh si ibu mah kalau bisa otomatis gitu, ya ga?

Tunggu dulu Esmeralda! :P

Sebagai Ibu dan orangtua tentu ada cara-caranya nih bikin anak Bahagia, sstt saya dapat ilmunya dari dokter dan psikolog olangsung loh jadi dijamin valid insyaAllah:

1.    Active Listening

“Mama ga suka ya kalau kamu kayak gitu,” Makleb! Saya langsung mendongak dari layer ponsel saat psikolog Vera bilang gitu. Seringkali kita sebagai orangtua menetapkan standar harus begini harus begitu, kalua anak melanggar kita yang kecewa. Padahal mungkin anak punya alasan tersendiri, nah apakah kita sudah menjadi pendengar yang baik untuk anak?

Belajar menjadi pendengar untuk anak akan membuat anak merasa dihargai, mereka jadi percaya bahwa orangtuanya bias jadi tempat bercerita. Memulainya dengan cara bercerita kejadian sehari-hari yang kita alami kepada anak, apa yang membuat kita bahagia yang membuat kita sedih, tentunya dengan Bahasa sederhana. Nanti anak akan terpancing untuk menceritakan harinya dia atau hal lain.

2.    Stimulasi

Pentingnya memberikan anak stimulasidengan cara mendukung anak  untuk memahami ada banyak hal lain di luar sana adalah memperluas sudut pandang dan cara berpikir mereka. Kiddos learn by doing it. Anak itu peniru ulung., Masya Allah ya. Bila kita sering mengajak anak mengeksplorasi lingkungan sekitar atau traveling secara psikologis akan membuat dirinya cepat beradaptasi dan lebih bahagia. Tantangannya adalah kita sebagai orangtua jangan malas ajak anak pergi-pergi atau kenalkan banyak hal baru, fiuh sungguh bukan perjuangan mudah ya apalagi sebagai ibu bekerja, weekend rasanya pengen di rumah aja. Tapi kalua lihat anak butuh eksplorasi, mari deh ke kita ke museum atau sana-sini, yang penting apa buibu? ANAK BAHAGIA! J

3.    Quality Time

Waktu berkualitas dengan orangtua menguatkan ikatan anak dengan orangtuanya. No gadget please.  *sambal ngaca 
:D

4.    Schedule

Ternyata anak itu butuh keteraturan karenanya pembagian waktu yang jelas kapan untuk makan, istirahat dan lain sebagainya akan membuat anak lebih bahagia. Mereka merasa keteraturan itu sebagai pijakan yang aman. 

5.    Healthy Kids, Happy Kids

Di dalam badan yang kuat terdapat jiwa yang kuat katanya yang emang bener! Kalau anak sakit pasti hatinya juga ikutan sedih. Karenanya yang harus dilakukan untuk membuat anak bahagia adalah mendukung kesehatan mereka dengan asupan yang tepat. Sayangnya, pencernaan anak kecil itu belum sempurna makanya mereka cepat terpapar penyakit menular. Kata dr. Ray Basrowi, MKK saat di event NestlèLACTOGROW (link to IG) kalau usus itu otak keduanya manusia, segala sumber penyakit berawal dari usus sehingga usus yang sehat pasti membuat tubuh anak sehat.

Untungnya hidup jaman now banyak ilmuwan canggih, yang menemukan adanya bakteri baik untuk pencernaan anak, Namanya Lactobacillus reuteriyang mengandung probiotik untuk kesehatan sistem pencernaan anak. 

Lactobacillus reuteriini ada di salah satunya NestlèLACTOGROW, ditambah dengan Kalsium, 12 Vitamin, Minyak ikan 7 mineral dan Omega 3&6 menjadi alasanku untuk memberikannya pada Ali setelah usia setahun lebih. Kenapa setahun? Karena WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Baca label sebelum membeli ya.






Ohya, membuat anak bahagia sedari kecil juga mempengaruhi karakter anak saat dewasa nanti loh, pasti mau kan anak ceria yang memiliki kesadaran diri, manajemen diri, ketrampilan social serta pengambil keputusan yang lebih baik? Bahagiakan mereka sedari kecil dengan tips di atas ya. #GrowHappy for the better future! :) 




*sponsored post










6 comments:

  1. Seru yah acaranya. Nestle kalo bikin kegiatan selain seru juga informatif. Jadi tahu nih gimana caranya handle anak yang rungsing 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa langsung kayak terpecut untuk membuat anak lebih bahagiaaa..

      Delete
  2. jadi lebih sadar yaaa agar menjadi ibu yang bahagia agar anak juga tumbuh bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mom, awali dari diri sendiri untuk bahagia.. :)

      Delete
  3. Tambah semangat deh kasih nutrisi yg terbaik dan hadir sepenuhbya buat si kecil biar grow happy

    ReplyDelete