Tuesday, 16 July 2019

5 MENIT BERSAMA ANAK




Sedih deh... 
Sya akhir-akhir ini suka melakukan hal-hal yang membuat saya terkejut! Dari teriak-teriak, suka marah-marah, kalau main seringnya merengek, belum lagi dorong adiknya.

Duh kenapa ya?




Kemudian rasa bersalah suka muncul sebagai ibu-ibu bekerja, apakah karena saya bekerja kemudian Sya jadi kurang perhatian? Saya akui waktu yang terbatas memang membuat saya cuma bisa bertemu Sya dan adiknya di pagi dan malam hari. Tapi, apakah benar hanya karena waktu terbatas Sya jadi seperti itu?

Sementara itu, saya lihat anak lain dari Ibu bekerja juga yang tetap bersikap baik dan mendapatkan perhatian penuh. Ternyata, setelah saya dan suami refleksikan diri, seringnya saat akhir pekan karena kami sudah lelah bekerja jadi lebih senang memanjakan diri sendiri dengan asyik menonton atau tidur lebih lama. Sedangkan waktu main bersama anak lebih sedikit. Apalagi kalau ada acara keluarga, wah sudah pasti hak main anak terkalahkan.

Kalau dibiarkan terus menerus kan pasti kondisinya lebih buruk lagi, baik dari sikap Sya dan hubungan kami sebagai orangtua dengan anak-anaknya. Maka harus ada yang berubah, kalau bukan kita yang merubahnya siapa lagi? Karena anak-anak itu sebenarnya cerminan sikap orangtuanya bukan? Selintas, ada di dalam feed ig saya tentang makna waktu yang berkualitas dengan anak. Cuma butuh 5 menit katanya, asalkan Ibu dan Ayah fokus ke anak tanpa teralihkan perhatiannya ke adik atau kakaknya, ga disambi pekerjaan rumah, apalagi sambil main ponsel. Pokoknya cuma buat anak seluruh jiwa dan raga selama 5 menit.

Baique!
Mari kita galakan aktivitas bersama anak walau hanya 5 menit tapi berkualitas! 

Jadi saya mulai dengan tanyakan kegiatan apa yang Sya mau lakukan, lalu saya temani dia selama 5 menit full. Begitupun dengan Ali, walau belum bisa ngomong tapi dia sudah bisa menunjukan keinginannya. Kalau dua-duanya ingin diperhatikan di waktu bersamaan saya minta salah satunya menunggu, pokoknya 5 menit harus fokus ke satu anak. 

Hasilnya?

Setelah seminggu ini saya terapkan seperti itu, alhamdulillah Sya jadi bisa mengalihkan tenaga dan pikirannya dengan membuat buku, dia bikin alur ceritanyanya, lalu dia gambar, saya bantu menuliskan dan menyusun ceritanya. Jadi deh buku.

Ali? Dia jadi lahap makan, karena saya temani panjat-panjatan, main air, mobil-mobilan seheboh mungkin lalu dia jadi lapar, makan lagi deh.

Btw, karena anak-anak sudah puas waktuntya bersama saya, jadi ada beberapa kesempatan saya bisa melakukan banyak hal sendiri tanpa mereka gelendotin. Misalnya olahraga atau berberes kamar, anak-anak ga terlalu sering gelendotan karena mungkin sudah paham ya kalau Ibunya butuh me time, hehe.

Doakan ya, selanjutnya akan dinaikan waktunya jadi 10 menit berkualitas dan terus ditingkatkan waktu berkualitas lainnya ke depan. 







No comments:

Post a Comment