Tuesday, 30 July 2019

BELAJAR PARENTING JAMAN NOW




Nyesel bangeettt pas ikut sesi Ci Fonda Kuswandi kali ini.

Kenapa nyesel? Nyesel ga bawa pasangan! Soalnya sesi kali ini lebih aplikatif gitu, materi yang disampaikan langsung dikasih contoh terus langsung praktik. Hadeuh, tau gitu saya bawa suami, kalau dia malas ikut geret aja lah sekalian. Soalnya ada suaminya Cifon juga disitu jadi lebih terasa nyambung dan aplikatif materi kali ini.

Lalu netijen bertanya-tanya, emang sesi apaan sih?

Nah saya balik tanya ya, pernah ga ngalamin kayak gini:
  • Kayaknya si dia (suami atau istri) ga sayang lagi deh, masa pergi kemana-mana ga pulang bawa oleh-oleh?
  • Ih aku gemes deh sama pasangan, masa ngomong I love you terus, mending bantuin nih ganti popok atau cuci botol kek!
  • Duh, bocah dikasih tahu ga nurut kan jatoh kan. Mama tuh ngasih tau soalnya blab la blab la (10 menit kemudian…)


Terus efeknya apa kalau dibiarin lama-lama? Akankah terwujud happily ever after? Akankah anak tumbuh jadi happy kids jaman now yang berfaedah, bermanfaat skala interlokal sampai internasional?

Pasti ga dong ya jawabannya. That’s why, maka dari itu, saya ikutan sesi Cifon kali ini, Belajar Parenting Jaman Now. Lebih tepatnya kali ini jadi panitia, gara-gara pas lagi asyik ngobrol di grup buiburatjun terus ngebahas parenting ke anak-anak jaman now. Mulai dari bullying, anak yang sombong, anak intimidatif, anak pengen ikutan yang lagi trend walaupun ga penting menurut kita, jadi gemes sendiri gimana ya biar nanti anak kuat gitu menghadapi permasalahan di masa depan. Pengennya anak tuh punya karakter berfaedah.

Gimana caranya? Cara pertama, ngerjain Cifon! Ahahaha, langsung nodong Cifon bikin kelas sharing. Main buka pendaftaran peserta aja, untung ada mamak gercep macam Mersi dan Vieka yang langsung bikin kepanitiaan ditambah Annisa Nican. Berempat kita bikin nih acara dari nodong jadi kenyataan. Soalnya KITA MAU BANGET BELAJAR!

Apa sih yang dipelajari?

Sedikit doang sih materinya tapi NGENA BANGET! (aduh maaf ga santai tapi ini kayak seember pencerahan mengguyur otak saya)



Jadi kita dapat fakta yang cukup menggoncang pikiran kalau 90% permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan dan ketidaktahuan orangtua dalam cara berkomunikasi dan penyampaian nilai yang baik terhadap anak!
Padahal komunikasti yang efektif itu membuat anak merasa dicintai selalu, sehingga tangka cintanya akan penuh dan akan menjadi pribadi yang penuh cinta. Bila sebaliknya, maka anak akan mencari cara untuk mengisi tangka cintanya. Nah cara ini yang kita belum tahu akan seperti apa, bisa saja salah caranya dan mempengaruhi pribadi anak (amit-amit *ketok2 meja)

Lalu bagaimana komunikasi yang baik itu?

Kata Cifon yang bisa saya rangkum kurang lebih begini ya:
Ibu dan ayah adalah dua orang yang berbeda, bukan berarti harus sama tapi harus dipahami kalau gaya komunikasinya berbeda. Yang perlu kita ketahui apa sih gaya komunikasi kita dan pasangan serta anak-anak. Dimulai dari mengetahui Bahasa cinta (language of love) dari masing-masing kita.

Ada 5 bahasa Cinta:
  • Kata-kata pendukung 
  • Waktu berkualitas
  • Hadiah
  • Pelayanan
  • Sentuhan

Lalu mengetahui Learning Channel apakah Audio, Visual atau Kinestetik.

Setiap peserta diberi kuisioner untuk diisi jadi kita bisa langsung tahu kita tuh jenisnya apa. ((JENIS))
Kita disuruh nebak pasangan kita Bahasa cintanya apa, learning channelnya gimana. Lalau dicocokan jawabannya. Begitu juga dengan anak-anak.




OOOHHHH, KINI KUTAU! Pantesan Ali suka kebangun kalo pas tidur ada suara berisik. Lalu Ali itu lebih paham kalo dikasih tahu, dia cukup dengar sekali lalu ada reaksinya. Ali itu dominan audio. Kalau Bahasa cintanya Ali itu sentuhan dan waktu berkualitas, kalau tidur sukanya dipeluk, terus suka uwel-uwel kakaknya, kalau sayang dia langsung peluk kakaknya. Lalu ingin selalu tahu apa yang kita kerjakan, pengen ngerjain sesuatu bersama-sama.
Jadi paham juga Sya gimana, suami gimana.
Lalu selanjutnya diapain? Berlatih Mendengar dan Memahami Perasaan, caranya:
  • Mendengar Aktif
  • Gunakan I-Message 
  • Hindari 12 gaya popular pengasuhan

Kemarin saat sesi ada praktiknya langsung bagaimana itu mendengar aktif, lalu menggunakan I Message sampai ada video kocak sekaligus ‘menyenggol’ para peserta, kayaknya saya pernah deh kayak gini ke anak dan itu ga tepat.

Mengenai gaya pengasuhan, Cifon memaparkan ada 12 gaya pengasuhan yang popular tapi tidak tepat. Aduh pas lihat daftarnya saya langsung berpikir, saya termasuk yang mana ya? Kok kayaknya mirip sama yang orangtua saya lakukan dulu?



Ternyata gaya pengasuhan kita itu terpengaruh juga dari refleksi hubungan dengan orangtua dan pasangan, rekamanan di pikiran bawah sadar serta trauma di masa lampau. Tapi kita bisa kok mengubahnya setelah tahu Bahasa cinta serta learning channel kita dan pasangan serta anak-anak.

Sebagai tambahan Cifon juga menjelaskan mengenai tahap perkembangan anak mulai dari usia 0-1 sampai dengan 18 tahun. Seperti apa penjelasannya? Kayaknya Cifon butuh kelas lagi nih, biar makin panjang ngejelasinnya (alesan ajaaaa). Yang setuju Cifon buka kelas lagi langsung komen ya!







4 comments:

  1. Setuju banget cifon buka kelas lagii. Mudah2an bs ikut lagi. Ditunggu ya buibu panitia 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. notteedd,, harus ada kelas yang buat perkembangan anaakkk ya ga? :D

      Delete
  2. mantaaaaaaaaaap bikin kelas lagi cifoooon ahahhaha

    ReplyDelete