Monday, 24 August 2020

Menyusuilah Dengan Keras Kepala (Sebuah Tekad Lulus ASI 2 Tahun!)


Perjalanan menyusui kali ini (yang baru 2 bulan lewat) rasanya lebih mudah daripada perjalanan menyusui dua anak sebelumnya. Kok bisa?

 

Knowledge is power


 

Pengetahuan saya bertambah banyak di setiap kehamilan, ditambah arus informasi yang luar biasa derasnya akhir-akhir ini. Suami juga bilang kalau setiap kehamilan saya ada kemajuan semakin berdaya dan semakin nyaman terutama di persalinan dan menyusui.



Nah di kehamilan ketiga yang saya dan suami ga perkirakan terjadilah PANDEMI COVID-19 di seluruh penjuru dunia menyebabkan beberapa saat kita harus di rumah saja. Banyak acara temu muka dibatalkan, konsultasi ke dokter pun dibatasi. Untungnya jaman sudah canggih ya, bisa ikut belajar banyak hal via online, bisa ikut kelas-kelas olahraga buat bumil via online. Dari situ pengetahuan saya bertambah lagi terutama tentang menyusui!

 

Jujur anak pertama saya gak punya ilmu yang mumpuni tentang menyusui, ga heran kalau saya tiba-tiba kena radang, tiba-tiba balapan ASIP, tiba-tiba tempat penyimpanan ASIP saya ga cocok, gak riset mengenai alat pumping yang cocok, gak tahu pijat laktasi tapi suka pegal suka ASI (Air Susu Ibu) tersumbat, dsb.

 

Anak kedua merasa sudah ada pengalaman, lagi-lagi saya lengah ga cari ilmu bagaimana kalau anaknya tip tie dan tongue tie yang kejadian di Ali. Hasilnya ASI baru keluar sedikit ketika Ali lahir jadi bilirubinnya masih tinggi di hari ketiga tak pelak Ali harus disinar 24 jam guna menurunkan bilirubin, syedih syekali hati mamak! Setelah pulang dari rumah sakit pantangannya masih ada lagi puting lecet, posisi menyusui belum pas jadi ibu dan anak sama-sama kesusahan, Ali selalu berkeringat ketika menyusu karena ia berkeja keras mendapatkan ASI saya.

 

Saya ga bisa simpan banyak ASIP untuk Ali sebelum balik kerja, wajar kalau terjadi balapan ASIP sehingga Ali harus MPASI di bulan ke-5 dan dibantu sufor di bulan ke-10. Wah sungguh sedih sih sebenarnya melihat Ali yang cuma dapat ASI sedikit dari saya dibanding kakaknya yang 2,5 tahun full ASI.

 

Anak ketiga ini saya sudah bertekad akan menjadi Pejuang kASIh yang keras kepala! Kalau bisa full ASI 2 tahun! Sebuah tekad yang sudah saya tanamkan sejak tahu hamil. Karena tekad itu pula saya jadi terdorong mencari tahu bagaimana ASI bisa lancar sejak Inisiasi Menyusui Dini (IMD) alias begitu bayi brojol langsung bisa minum ASI kita dengan lancar. Ternyata jawabannya adalah persiapkan ASI di trimester 3!

 

Saya belajar caranya pijat laktasi via internet (terima kasih kepada bidan-bidan kece yang berbagi ilmu di Instagram dan Youtube!) sampai beli alat pantu pijat piar ga pegal, hehe. Lalu 8 minggu jelang Hari Perkiraan Lahir (HPL) saya rajin konsumsi makanan yang membantu perlancar ASI seperti daun katuk, daun torbangun, susu almond, dll.

 

Hasil tidak mengkhianati usaha buibu, sejak Attar lahir aku langsung jadi Mamsi alias Mama ASI, begitu IMD saya lihat Attar dengan puasnya menyusu, bukan seperti kedua kakaknya yang baru menyusu sebentar lalu dilepas sepertinya tidak ada yang terminum. Tapi Attar beda, dia langsung menyusu dengan lancar dan lahap terdengar suara glek-glek-glek. Saya pun legaaaaa sekali rasanyaaa momen penting itu berjalan lancaarrrrr. Tak lama setelah IMD Attar pun mengeluarkan feses pertamanya, lalu dua jam kemudian pipis pertamanya, artinya memang sudah ada cairan masuk ke dalam system pencernaannya dan system sekresinya berfungsi normal, alhamdulillah.

 

Tapiiiii, perjuangan belum berakhir Mamsi, karena kedua kakaknya ada riwayat kuning di hari ketiga, jujur saya takut hal itu terulang lagi apalagi kalau sampai disinar. Mana kondisi sedang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) bagaimana kalau Attar masuk ruang sinar sedangkan saya ga bisa menginap di RS sehingga harus bulak-balik RS-rumah, dan pikiran buruk lainnya jujur mengawang-ngawang di pikiran sampai waktunya cek bilirubin di hari ketiga. Dan hasilnyaaa….. bilirubin Attar normal!

 

Sungguh kali ini saya bersyukur sekali bisa merasakan luar biasanya IMD yang sukses. Melewati jurang penyakit kuning itu sangat melegakan.  Semakin nyata khasiatnya ASI yang memang sangat penting untuk kehidupan awal bayi kita ya Mamsi.  Layaknya penjaga, ASI mengawal kehidupan awal bayi kita dengan asupan yang bergizi baik untuk kesehatannya.

 

Berhasil melewati penyakit kuning dan berat badan anak naik bukan berarti kita bisa santai menyusui loh. Dari pengalaman dua kali menyusui sebelumnya justru kita harus terus waspada selama menyusui jangan sampai kurang minum, kelelahan, makanan ga bergizi, melewatkan waktu menyusui atau pompa, hal-hal tadi dapat membuat produksi ASI menurun Mamsi. Jadi baiknya kita ga boleh lengah apalagi jika ingin stok ASIP (Air Susu Ibu Perah) untuk kembali bekerja atau beraktivitas lainnya.

 

Selain minum yang cukup, istirahat yang banyak, dan makanan bergizi saya selalu berburu pelancar asi atau Bahasa kekiniannya ASI BOOSTER. Nah setiap orang beda-beda nih yang bisa bikin ASInya lancar, ada yang makan enak, ada yang nonton komedia, ada yang olahraga, dsb. Saya juga setuju untuk makan enak, nonton yang lucu, istirahat cukup dan olaharaga bikin ASI ngucuuurrr. Tapi saya juga konsumsi pelancar ASI seperti daun katuk, daun torbangun, flaxseed, almond mylk.

 

Daun katuk sudah saya konsumsi sejak menyusui anak pertama, biasa deh tradisi dari orangtua jaman dulu jadi begitu saya pulang dari rumah sakit setelah melahirkan langsung disuguhi sayur daun katuk setiap hari! Sampai bosaaannn, makannya daun katuk terus. Akhirnya sbeulan saja saya bertahan, memang sih ASInya ngucur, tapi bosannya itu loh.

 

Sampai saat menyusuin anak kedua saya malas pakai daun katuk lagi, cari yang lain dong ASI Boosternya, eh saat itu sedang tren jus daun torbangun. Wah apa nih? Saya ikut cobain, stok banyak di kulkas tapiiii rasanya ya gitu deh jus sayur yang tanpa rasaaa sedikit ketir di pangkal lidah. Apalagi ada juga sari daun kelor, waduh baunyaa ga kuaaattt, rasanya pun pahit sekaliii. 


Sejujurnya saya senang dengan pemakaian bahan natural nan alamiah untuk tubuh tapi kok lidahku ga bahagia. :( Mana anak udah tongue tie, lip tie ditambah ibunya ga bahagia dengan ASI booster yang ada mungkin itu yang bikin ASInya malah jadi seret ya? Sedih sih ketika usia 10 bulan Ali sudah harus dibantu dengan Sufor, hiks maafkan Bunda nak.

 

Jadi anak ketiga saya ga mau pakai ASI Booster yang ga enak, pokoknya harus enak biar bahagia, hehe. Saya ga peduli deh berat badan, pokoknya pelancar ASI mau yang enak baik itu makanan ataupun minuman. Sampai suatu hari saya bertemu dengan HERBA ASIMOR yang gabungan dari 3 pelancar ASi berkhasiat manjur yakni sari katuk, daun torbangun dan sari ikan gabus.

 


Ekstrak daun katuk kayaknya sudah ga asing ya, ialah jurus turun temurun dari nenek moyang supaya ASI kita lancar jaya kayak jalan tol baru dibuka! Karena memang daun katuk menaikan hormon oksitoksin yang bisa menstimulasi lancarnya ASI. Dalam satu kaplet Herba Asimor terdapat 300 mg ekstrak daun katuk!

 

Sedangkan ekstrak daun torbangun menurut saya ini hal baru ya, biasanya daun torbangun dibuat jus untuk diminum tapi ini sudah berupa kaplet. Manfaat daun torbangun sudah dipercaya sejak dulu kala oleh masyarakat Batak mampu membersihkan Rahim pasca melahirkan dan meningkatkan produksi ASI. Setelah diteliti oleh IPB di tahun 2001 dan peneliitian dunia pada tahun 2011, kepercayaan tersebut sudah terjawab secara ilmiah ternyata daun torbangun bersifat laktagogum atau zat yang dapat meningkatkan produksi ASI.

 

Lalu di dalam kandungan Herba Asimor ada juga ekstrak ikan gabus, yang membuat saya penasaran, emang apa khasiatnya untuk ibu menyusi ya? Ternyata Ikan gabus ini memiliki kandungan protein lebih tingi dari lele, ikan mas ataupun ikan nila bahkan daging ayam! Untuk 100 gram daging ikan gabus memiliki kandungan protein sebesar 25,2 gram sedangkan 100 gram daging ayam hanya 18,5 gram protein. Wah saya baru tahu nih. Selain itu zat albumin yang terkandung di Ikan gabus bisa memperbaiki gizi dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh serta sehat untuk pencernaan serta mempercepat penyembuhan luka seperti luka pasca lahiran caesar. Selain itu ada zat Stratin yang dihasilkan dari ekstrak ikan bagus yang berfungsi meningkatkan hormone prolactin dan oksitosin sehingga melancarkan produksi ASI.

 

Herba ASIMOR tergolong OMAI ya atau Obat Modern Asli Indonesia karena semua bahannya lokal dan dibuat di Indonesia, wah bangga juga nih ada suplemen menyusui kece dari Indonesia biasanya saya juga suka lirik suplemen menyusui dari luar yang harganya huwow! Untungnya tehnologi milik Indonesia juga sudah maju Mamsi sehingga harganya pun jadi terjangkau banget! Apalagi kalau Mamsi beli di Shopee cari deh GoApotik lalu pakai voucher diskon kodenya “GOAPMOMS” dapat tambahan diskon 10%!   


 

PERCOBAAN


Ketika 3 ektrak atau fraksi berkhasiat mantap ini disatukan saya sih percaya ya insyaAllah bagus untuk tubuh saya dan perlancar ASI. Hari pertama saya coba tanpa ekpektasi apapun, jam 6 pagi saya minum lalu sarapan dan kegiatan seperti biasa. Eh jam setengah 12 saya sudah dapat satu kantong ASIP ukuran 170 ml! Wah, kagum! Terperangah karena ini bukan hasil pompa loh, melainkan hasil tampung saja saat tiga kali menyusui Attar.



 

Seharusnya satu hari ada 2 kaplet yang diminum, tapi saya hanya satu saja. Keesokan harinya badan saya mulai ga enak nih, sepertinya tertular Flu dari Ali yang memang lagi pilek. Pikiranpun langsung stress sudah was-was kirain terkena covid19 (amit-amit). Ditambah lagi Attar juga ketularan dong, nah biasanya bayi kalau sakit maunya nempel terus sama ibunya, khususnya nempel di susu ibunya selain cari rasa nyaman, menyusu juga membuka jalan pernapasan bayi loh Mamsi. Di tengah keadaan yang badan lemah, pikiran ga karuan ditambah anak nempel terus sama ibunya bisa mempengaruhi produksi ASI, tapi kali ini alhamdulillaaahh ga menurun malah adaaaa aja tampungan ASI saat menyusui. Wah terkejut!

 

Hari ketiga dan keempat pun saya hanya minum satu kaplet dan tetap sedang sakit lalu tengah malam bergadang merawat tiga anak yang ikutan sakit juga, tapi bersyukur sekali stok ASI masih berjalan lancar.

 

Saya terpukau sih kalau penggunaan Herba Asimor segitu efektifnya bagi ASI saya. Ditambah lagi tidak ada rasa aneh atau tidak enak tertinggal di indera pengecapan saya, Namanya juga kaplet tinggal telan saja dengan air, beres. Setelah itu saya bisa makan enak dan minum banyak air. Kemasannya juga ringkas satu kotak berisi 5 strip yang masing-masing stripnya ada 6 kaplet, mudah untuk dibawa kemana-mana, jadi praktis.

 

Saya tahu kalau ASI booster itu umumnya cocok-cocokan, tapi untuk Herba Asimor tidak ada salahnya Mamsi coba nih karena banyak keunggulannya. Semangat ya para Ibu Menyusui, kita harus tetap menyusui dengan keras kepala apapun aral yang melintang pasti ada solusinya demi masa depan si kecil yang lebih baik. :)

 

 

 

 

 

No comments:

Post a comment